TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30261-Abstract.pdf
Download (50kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30261-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (551kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30261-Chapter 1.pdf
Download (129kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30261-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30261-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30261-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30261-Chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (50kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30261-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (125kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30261-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Pesatnya kemajuan teknologi hingga tahun ke tahun dapat dirasakan oleh setiap orang, apalagi di era saat ini. Selain itu, banyak permintaan akan bahan yang digunakan untuk membuat produk atau melakukan aktivitas sehari-hari akibat kemajuan teknologi. Untuk menemukan bahan yang memenuhi persyaratan, muncul inovasi dan konsep berdasarkan kriteria tersebut, diantaranya yaitu komposit. Dalam penelitian ini, fokus diberikan pada pengaruh pola pengisian pada struktur sandwich yang terdiri dari material Polyethylene Terephthalate Glycol (PETG) dengan lapisan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP). Proses pembuatan melibatkan penggunaan resin epoxy dan metode vakum untuk menggabungkan lapisan-lapisan tersebut. Pola pengisian yang diuji meliputi honeycomb, grid, cubic, dan gyroid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit sandwich dengan pola honeycomb dan grid memiliki kekuatan bending dan kekakuan bending tertinggi, dengan nilai rata-rata masing-masing sebesar 19,82 MPa dan 1.575.074,82 N/mm2. Selain itu, komposit dengan pola honeycomb juga menunjukkan kekuatan tarik tertinggi dengan nilai rata-rata 30,34 MPa. Pola gyroid memberikan rasio tegangan bending terhadap panjang filamen yang maksimum, sementara pola grid memberikan hasil terbaik dalam hal rasio tegangan bending terhadap waktu pencetakan. Di sisi lain, rasio tegangan tarik terhadap panjang filamen dan waktu pencetakan paling optimal dicapai dengan menggunakan pola grid. Patahan yang ditemukan pada pola honeycomb, grid, dan cubic yaitu core crush, face wrinkling, dan debonding, sedangkan pada pola gyroid mengalami jenis patahan core shear, face wrinkling, dan debonding, kemudian pola patahan yang dihasilkan dari pengujian tarik untuk pola honeycomb dan gyroid mengalami patahan jenis Lateral At grip Top (LAT), sedangkan pada pola cubic dan grid mengalami patahan jenis Lateral At grip Bottom (LAB).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM GEDE RIZKI SETYAWAN |
| Department | Teknik Mesin |
| Uncontrolled Keywords | 3D printing, Komposit sandwich, PETG, Infill pattern, Kekuatan tarik, Kekuatan bending |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Mesin |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 20:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:18 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28431 |
