TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20512-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (103kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20512-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (575kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20512-CHAPTER I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (151kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20512-CHAPTER II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (123kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20512-CHAPTER III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (108kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20512-CHAPTER IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (279kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20512-CHAPTER V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (71kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20512-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (72kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20512-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (417kB)
Abstract
Usaha peternakan mempunyai peluang untuk dikembangkan sebab tingginya
demand (permintaan) akan produk peternakan. Usaha peternakan juga memberikan
keuntungan yang cukup tinggi dan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat di
pedesaan di indonesia. Namun demikian seperti usaha lainnya usaha peternakan
juga menghasilkan limbah yang dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan
hidup atau pencemaran terhadap udara, oleh karena itu seiring dengan kebijakan
otonomi daerah maka pengembangan usaha peternakan yang dapat meminimalkan
limbah hasil tenak perlu dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota untuk
melakukan suatu tindakan dalam menjaga kenyamanan pemukiman masyarakat
setempat. Usaha peternakan burung puyuh menjadi salah satu ternak yang mulai
banyak diminati sebab salah satunya daging dan telur burung puyuh dapat di
manfaatkan sebagai konsumsi sumber hewani yang bernilai gizi tinggi, selain telur
dan dagingnya kotoran burung puyuh bisa dimanfaatkan kembali sebagai pupuk
kandang. Salah satu pengusaha peternak burung puyuh yakni mas Hadi menjadi
salah satu panutan pengusaha burung puyuh yang berada di daerah pademawu. Mas
Hadi sudah mulai beternak burung puyuh sejak tahun 2010, UKM mas Hadi terletak
di desa Pademawu Timur, Kecamata Pademawu kabupaten pamekasan. dengan
jumlah awal burung puyuh sebanyak 100 ekor dan sekarang telah mencapai kurang
lebih 3.000 ekor. Peternakan burung puyuh mas Hadi memiliki jumlah penjualan
yang tidak maksimal dimana belum sesuai dari target produksi telur burung puyuh
serta daerah penjualan yang masih lingkup sekitar merupakan salah satu
permasalahan, dimana permasalahan di UKM mas Hadi yakni pemasaran penjualan
belum meluas masih lingkup daerah pademawu. Serta belum adanya strategi untuk
meningkatkan penjualan telur burung puyuh agar penjualan tiap harinya mencapai
target. Sehingga pemasaran yang terjadi untuk peternakan burung puyuh belum bisa
meluas meski usaha burung buyuh telah berdiri cukup lama yakni sekitar 10
tahunan dikarenakan tidak memiliki jaringan bisnis dan strategi yang baik dalam
pemasaran.
Dari permasalahan yang di alami UKM mas Hadi yakni tentang pemasaran
dan strategi penjualan burung puyuh maka dilakukan analisis-analisis yang terdapat
pada faktor penyebab tidak meluasnya penjualan. Sehingga nantinya akan
diselesaikan dengan metode (QSPM) dan nantinya akan dibentuk strategi prioritas.
Kata Kunci: UMKM Peternak burung puyuh, QSPM.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ADLAN NOR RAHMATULLAH |
| Department | Industri |
| Uncontrolled Keywords | UMKM Peternak burung puyuh ; QSPM |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Industri |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 19:58 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:18 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28379 |
