LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG DI DESA DEMPO BARAT KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN

Valda Septiya Nirmala; Pertycia Margareth Lumban Gaol; Sri Wahyu (2023) LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG DI DESA DEMPO BARAT KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-30203-210321100098-Rohimatus Sholehah#210321100098#Agribisnis.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-30203-210321100098-Rohimatus Sholehah#210321100098#Agribisnis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Desa Dempo Barat merupakan salah satu dari 9 desa di wilayah
Kecamatan Pasean, yang terletak 7 Km ke arah Selatan dari Kecamatan
Pasean, Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan kondisi geografis, luas desa ini
mencapai 7, 72 km dengan luas lahan sawah 4.890 m2 dan jumlah penduduk
yang mencapai 6.784 jiwa. Dalam suatu desa terdapat sistem lingkungan
desa, dimana merupakan suatu sistem yang berkaitan dengan lingkungan
hidup yang ada di desa, seperti lingkungan ekonomi, sosial, budaya dan fisik.
Masyarakat di Desa Dempo Barat mayoritas penduduknya bekerja sebagai
petani karena kekayaan alam yang menjadi potensi desa ini. Namun juga
terdapat beberapa jenis pekerjaan lain seperti PNS, pegawai swasta,
pedagang, dan lainnya. Komoditas unggulan pertanian di desa ini yaitu jagung
dan tembakau sedangkan padi hanya berpotensi di beberapa dusun. Selain
itu, lahan perkebunan di desa ini banyak ditanami pohon kelapa, mengkudu,
siwalan, cabai, tomat, bawang merah, melon, semangka, dan alpukat. Hasil
panen yang mereka dapatkan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan dan
juga membantu perekonomian keluarga.
Dempo Barat memiliki 10 dusun yaitu dusun Potreh, Jurang Dalam,
Bancek, Janten, Patemon, Kembang, Karang Tenga, Pandian, Duwa’ Pote,
dan Toroy. Walaupun terbagi menjadi 10 dusun, desa ini masih tetap
mempertahankan budaya tegur sapa yang kuat sehingga dapat selalu tertib tanpa adanya konflik internal. Selain itu, desa ini juga dikenal kental akan
keagamaannya. Desa Dempo Barat memiliki beberapa pesantren yang telah
beroperasi sejak lama, membuat desa ini juga dikenal sebagai desa santri.
Selain budaya ramah tamah yang masih melekat pada masyarakat, Dempo
Barat juga mengembangkan salah satu kebudayaan yang terkenal di Madura,
yaitu sapi sonok. Di Madura, desa ini adalah pelopor dalam pelestarian budaya
sapi sonok yang rutin diadakan satu kali dalam setahun dan telah berjalan
sejak tahun 2003 secara resmi dan yang tradisional sejak tahun 1950-an. Sapi
sonok sendiri adalah sebuah ajang kecantikan sapi betina yang dimana
nantinya, semua peserta akan merias sapi mereka semenarik mungkin untuk
dipamerkan di kontes ini. Sebelum paguyuban sapi sonok dimulai, sapi-sapi di
Desa Dempo Barat akan dikumpulkan terlebih dahulu untuk di seleksi dari
ukuran sapi yang paling kecil hingga yang terbesar. Tahap ini dikenal sebagai
sapi taccek dan menghasilkan sapi yang akan maju untuk mengikuti ajang sapi
sonok. Tahap ini juga berguna sebagai ajang pemasaran bagi siapapun yang
tertarik membeli sapi yang telah dipamerkan sebelumnya. Dengan adanya
budaya tersebut, hampir seluruh keluarga yang tinggal di desa ini memiliki
setidaknya satu sapi untuk dipelihara.
Desa Dempo Barat juga memiliki kondisi lingkungan fisik yang baik,
seperti banyaknya tempat tinggal yang sehat serta adanya sumber mata air
bersih sehingga dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Peran pemerintah desa termasuk penting dalam menjalankan
sistem lingkungan desa. Pemerintah Desa Dempo Barat telah menjalankan
beberapa tugasnya dalam membantu desa seperti, menyalurkan bantuan
kepada masyarakat, memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat
desa, serta menerapkan aturan-aturan yang jelas terkait pengelolaan
lingkungan di wilayah desa. Keadaan sumberdaya manusia di Desa Dempo
Barat juga masih tergolong rendah yang sebagian besar didominasi lulusan
SMP ke bawah. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan ketrampilan
masyarakat membuat kerjasama antara masyarakat bersama perangkat desa
maupun mitra untuk menjadikan desa maju menjadi kurang maksimal.
Berdasarkan hal tersebut serta survey yang telah dilakukan maka
penulis selaku mahasiswi semester lima Program Studi Agribisnis, Universitas Trunojoyo Madura memilih Desa Dempo Barat sebagai tempat PKL
dikarenakan memiliki potensi yang berprospek baik untuk kedepannya, namun
pengelolaan masih belum dilakukan secara optimal, sehingga melalui kegiatan
ini diharapkan mampu membantu pengembangan dan perencanaan desa
untuk kesejahteraan serta kemajuan desa.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Valda Septiya Nirmala; Pertycia Margareth Lumban Gaol; Sri Wahyu
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords DESA DEMPO BARAT KECAMATAN PASEAN
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 17 Oct 2026 19:29
Last Modified 24 Oct 2026 17:18
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28262

Actions (login required)

View Item
View Item