TRUNOJOYO-KP-30196-190351100016-LAPORAN PKL_FAZILATUL KHUMARO_190351100016.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Perkembangan alat tangkap pancing ulur di Pangkalan Pendaratan Ikan
Pondokdadap telah ada sejak tahun 1997 dimana pendaratan ikan di Pondokdadap
telah melakukan sosialisasi tentang adanya rumpon dalam laut. Adanya sosialisasi
tersebut perkembangan alat tangkap di Sendang Biru semakin maju dan banyak
dilakukan penambahan sejak tahun 2002. Hal tersebut menjadikan kegiatan
penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap pancing ulur (hand line)
semakin banyak (Tomasila et al., 2020). Pancing ulur (hand line) banyak
digunakan oleh para nelayan skala kecil di Sendang Biru untuk aktivitas
penangkapan ikan pelagis kecil. Pancing ulur merupakan alat penangkapan ikan
yang dominan digunakan di Sendang Biru, dikarenakan pada tahun 2021 ini hasil
tangkapan ikan lebih dominan diperoleh dari kapal dengan alat tangkap pancing
ulur (hand line). Penggunaan alat tangkap pancing ulur yang semakin banyak
memungkinkan juga terdapat komposisi hasil tangkapan yang diperoleh dalam
operasi penangkapan diantaranya adalah ikan cakalang (K. pelamis), tuna mata
besar Thunnus obesus), madidihang (Thunnus albacares), dan layaran
(Istiophorus platypterus).
Wilayah laut di Malang Selatan khususnya Sendang Biru merupakan salah
satu laut yang memiliki potensi sumberdaya alam perikanan yang besar salah
satunya adalah ikan cakalang (Katsuwonus pelamis),tuna (Thunnus sp.),
madidihang (Thunnus albacares), marlin (Makaira indica) dan tongkol (Euthynus
affinis). Beberapa spesies ikan tersebut tergolong jenis ikan yang memiliki nilai
ekonomis penting untuk perikanan di Jawa Timur. Hasil tangkapan lain yang
didapatkan nelayan di Sendang Biru ini yakni jenis ikan layang (Decapterus sp.),
salem (Scomber japonicus) dan lemadang (Coryphaena hippurus). Jumlah
produksi ikan yang didaratkan para nelayan Sendang Biru yaitu sebesar
6.569.411/tahun, sedangkan di Selatan Jawa potensi stok ikan pelagis besar
berjumlah 22.000 ton/tahun, sehingga baru dimanfaatkan sebesar 19% (Melci et
al., 2010). Perubahan kondisi sumberdaya laut terjadi karena beberapa faktor salah
satunya yaitu kondisi laut atau gelombang tinggi pada masa-masa tertentu
misalnya pada musim baratan yang mana pada musim tersebut terjadi gelombang
tinggi sehingga banyak para nelayan yang enggan berlayar dan beberapa para
nelayan yang berlayar mengeluh karena hasil tangkapan yang menurun drastis
berdasarkan pendapat nelayan hal tersebut dikarenakan karena beberapa jenis ikan
dengan nilai ekonomi yang tinggi seperti ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis),
tuna (Thunnus sp.), madidihang (Thunnus albacares), marlin (Makaira indica)
dan tongkol (Euthynus affinis) tidak mau makan umpan yang diberikan nelayan
sehingga banyak para nelayan yang mendapatkan hasil tangkapan yang minim
atau biasanya pada musim tersebut hanya menangkap beberapa jenis ikan seperti
layur.
Pentingnya informasi sumberdaya perikanan yang ada di Pelabuhan
Perikanan Pantai (PPP) Sendang Biru dengan penggunaan alat tangkap pancing
ulur (Hand line) terkait komposisi hasil tangkapan pancing ulur kurang banyak
diketahui oleh masyarakat secara umum, maka perlu untuk mengetahui komposisi
hasil tangkapan dari alat tangkap pancing ulur hand line) untuk keberlanjutan
data Praktik Kerja Lapang (PKL) yang dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan
Pantai PPP) Pondokdadap Malang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Fazilatul Khumaro |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | PANCING ULUR (HANDLINE); PELABUHAN PERIKANAN; PANTAI PONDOKDADAP |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 19:25 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:18 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28244 |
