TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39515-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (236kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39515-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39515-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (261kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39515-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (295kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39515-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (268kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39515-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (571kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39515-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (241kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39515-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (206kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39515-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39515-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dongeng digital dalam menguatkan identitas gender pada anak usia sekolah dasar. Pada masa ini, identitas gender tidak terbentuk dari awal, melainkan mengalami proses penguatan dan pengembangan melalui interaksi dengan lingkungan sosial dan media. Dongeng digital sebagai salah satu media pembelajaran sosial menghadirkan tokoh dan karakter yang dapat diamati serta ditiru oleh anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah empat anak usia sekolah dasar di SD As Salam Bangkalan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan melibatkan anak, orang tua, dan guru sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas gender anak telah terbentuk dan tampak melalui tiga aspek utama, yaitu konsep gender, stereotip peran jenis, dan pola perilaku peran jenis. Keempat partisipan mampu mengenali dirinya sebagai laki-laki atau perempuan, memiliki pemahaman mengenai peran gender, serta mengekspresikannya dalam perilaku sehari-hari. Penelitian juga menunjukkan bahwa lingkungan sosial seperti keluarga dan sekolah memiliki peran yang lebih dominan dalam membentuk dasar identitas gender anak. Dengan demikian, dongeng digital berperan sebagai penguat yang memperkaya pemahaman anak terhadap identitas gender yang telah dimiliki sebelumnya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LAYUTSA HAWARIN AKMALIA |
| Department | Psikologi |
| Uncontrolled Keywords | Anak Usia Sekolah Dasar; Dongeng Digital; Identitas Gender |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Psikologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 19:25 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:18 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28241 |
