TRUNOJOYO-MBKM-30193-200341100029-Kusuma Anisatul S.P_200341100029_IKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Edible film merupakan lapisan tipis yang berfungsi untuk diaplikasikan sebagai
bahan pengemas makanan yang dapat dikonsumsi secara langsung (Afifah et al., 2018).
Trend edible film semakin populer seiring dengan isu lingkungan dan pengembangan
pengemas aktif. Manfaat dari sisi lingkungan, edible film mampu mengurangi
penggunaan pengemas plastik sintesis. Edible film dapat terurai dan aman dikonsumsi
sehingga tidak menimbulkan masalah lingkungan (Handayani Nurzanah, 2018).
Ekspansi edible film akhir-akhir ini mengalami kenaikan. Banyak bahan baku yang
dapat dimanfaatkan sebagai edible film diantara lain dari bahan yang berbasis
karbohidrat, protein, dan lemak, Salah satu bahan yang banyak dimanfaatkan sebagai
edible film berbasis protein yaitu gelatin (Tyuftin danKerry, 2021)
Gelatin merupakan bahan yang dapat digunakan untuk membentuk gel secara
serbaguna, gelatin dapat digunakan untuk menciptakan persepsi “lumer di mulut”
(Wijayani, 2021). Peran pengaplikasian gelatin dapat digunakan diberbagai bidang
antara lain makanan, farmasi, kosmetik, dan fotografi, karena sifatnya yang unik (Wang
et al., 2021). Aplikasi gelatin dapat digunakan dalam pembuatan edible film, yang
berfungsi untuk mengcoating makanan agar menghambat transmisi uap air, oksigen,
karbondioksida, aroma dan lipid, serta terdapat bahan aktif tambahan pangan (misalnya
antioksidan, antimikroba, dan flavor) (Zibaei et al., 2021). Manfaat atau keunggulan lain
dari penggunaan edible film yaitu, bersifat biodegredible, dapat didaur ulang,
memperbaiki sifat-sifat organoleptik makanan yang dikemas, dan dapat digunakan
sebagai pengemas individu (Nurdiani et al., 2019). Gelatin yang mengandung tinggi
protein salah satunya yaitu gelatin ikan, Faktor utama penggunaan gelatin ikan sebagai
bahan baku produksi edible film yaitu dikarenakan gelatin ikan kaya akan kandungan
glycine, proline, dan hydroxyproline sehingga lebih elastis dan mudah diaplikasikan
dalam bahan pangan (Wang et al., 2021). Gelatin mempunyai karakteristik kuat Tarik
(Elongation) yang tidak mudah patah, dan kemampuan anti bakteri gelatin sehingga
dapat mencegah terjadinya kebusukan bahan pangan (Lv et al., 2019).
Hasil pengolahan lkan menghasilkan limbah yang terbuang seperti kulit ikan yang
dapat diekstrak menjadi gelatin dan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan
edible film (Huang et al., 2019). Gelatin kulit ikan sebagai bahan baku pembuatan edible film memiliki kelemahan yaitu dikarenakan sifatnya yang sangat hidrofilik sehingga
kualitas nilai laju transmisi uap air tinggi. Bahan baku yang memiliki sifat lebih tahan
air atau hidrofobik dari gelatin ikan yaitu agar dari ekstrak rumput laut Gracilaria sp.
yang dikombinasikan dengan gliserol untuk memperbaiki karakteristik edible film
dengan memodifikasi jaringan polimer, sehingga dapat berperan sebagai pembentukan
suatu struktur kimia yang diharapkan bisa menurunkan kualitas nilai laju transmisi uap
air edible film (Setyaji et al., 2018).
Badan riset dan inovasi nasional (BRIN) adalah lembaga instansi pemerintah di
bidang riset dan teknologi. Instansi tersebut memiliki berbagai satuan kerja dalam
berbagai bidang, salah satunya yaitu bidang riset tentang teknologi dan proses pangan
potensial laut. Tujuan dari bidang riset tersebut mencangkum pada 3 poin penting yaitu
untuk eksplorasi material fungsional, komposisi, nutrisi, aktivitas biologi dan formulasi
sumber daya laut, kemudian modifikasi nutrisi, optimasi sumber daya laut sebagai
sumber pangan fungsional, dan yang terakhir yaitu teknologi pasca panen sumber daya
laut. Poin tersebut mengacu pada pemanfaatan sumber daya biopolimer laut yang dapat
dikembangkan menjadi produk pangan, salah satunya yaitu edible film. Edible film
berbasis biopolimer laut seperti gelatin ikan dan agar harus dikembangkan guna untuk
melestarikan sumberdaya laut dan menggantikan plastik sintesis menjadi bioplastic
organik
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka program MBKM ini akan
melakukan penelitian dengan Badan riset dan inovasi nasional (BRIN) yang akan
membahas tentang pengaruh konsentrasi agar dan gelatin ikan pada pembuatan edible
film, sehingga didapatkan edible film yang memiliki sifat fisik, kimia dan mekanik yang
baik. Keberhasilan penelitian ini diharapkan menghasilkan plastik yang ramah terhadap
lingkungan. Selain itu pemanfaatan biopolymer laut sebagai bahan baku plastik juga
dapat dijadikan peluang peningkatan ekonomi para nelayan karena nilai jual ikan dan
rumput laut semakin meningkat dan melestarikan hasil perikanan di Indonesia yang
semakin terancam kelestariannya
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Kusuma Anisatul S.P |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | rumput laut |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 19:23 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:18 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28238 |
