TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11980-13.01.111.00269_ABSTRACT_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (51kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11980-13.01.111.00269_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (539kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11980-13.01.111.00269_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (262kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11980-13.01.111.00269_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (380kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11980-13.01.111.00269_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (280kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11980-13.01.111.00269_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (111kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11980-13.01.111.00269_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (184kB)
Abstract
ABSTRAK
Kasus yang baru-baru ini sedang menjadi perbincangan hebat di setiap
akademisi maupun praktisi hukum yaitu tentang kasus pembunuhan kopi
bersianida. Kasus tersebut juga pernah terjadi pada beberapa periode sebelumnya
yang dilakukan oleh Pollycarpus Budihari Priyanto terhadap aktivis Munir. Pada
kasus tersebut terdengar perdebatan konseptual seputar motif tindak pidana
pembunuhan berencana apakah perlu di buktikan di dalam persidangan ataukah
tidak, sehingga menimbulkan pro-kontra dikalangan akademisi maupun
dikalangan pakar hukum pidana. Perdebatan ini awal mulanya muncul dari
keterangan saksi ahli penuntut umum dalam persidangan kasus pembunuhan
Wayan Mirna Salihin. Menurut Eddy O.S Hiariej selaku saksi ahli dari Penuntut
Umum menyebutkan bahwasanya motif dari Pembunuhan berencana tidak perlu
dibuktikan. Sedangkan menurut Muzakkir saksi ahli dari terdakwa menyebutkan
bahwa adanya motif perlu untuk dibuktikan.
Dalam Skripsi ini Metode penelitian yang digunakan adalah metode
penelitian normative. Selain itu, ada dua pendekatan penelitian yang digunakan
yaitu pendekatan kasus
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keberadaan motif dalam
menemukan unsur sengaja dan direncanakan terlebih dahulu tidak perlu
dibuktikan, cukuplah didasarkan apakah dalam diri pelaku terdapat niat jahat
untuk menghilangkan nyawa korban tanpa harus mengetahui apa motif yang ada
dalam diri pelaku, karena kesengajaan hanya terwujud jika terdapat permulaan
pelaksanaan dari niat pelaku tersebut, orang yang mempunyai niat dalam dirinya
sudah merupakan rangkaian dari tindakan motif, maka adanya niat dalam diri
pelaku sudah cukup untuk menunjukkan bahwa pelaku telah melakukan perbuatan
yang dilakukannya dalam keadaan sadar dan mengetahui akibat dari perbuatannya
tersebut.
Kata Kuci: Motif, Pembunuhan Berencana, Pembuktian
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM HARDIYANTO LAKSMANA |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Keyword: Motif, Murder Plans, Evidence |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 18:50 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28106 |
