TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11975-130111100270_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (274kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11975-130111100270_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (91kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11975-130111100270_CHAPTER III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (324kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11975-130111100270_CHAPTER II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (235kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11975-130111100270_CHAPTER I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (249kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11975-130111100270_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11975-130111100270_ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (162kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11975-130111100270_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (118kB)
Abstract
Perbuatan main hakim sendiri di masyarakat sering kali terjadi, padahal tindakan main hakim sendiri adalah problema yang hukum yang telah menarik perhatian masyarakat, seperti halnya main hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat terhadap pelaku tindak pidana pencurian motor (curanmor) atau tindak pidana lainnya yang terjadi di Kabupaten Bangkalan dalam perspektif kriminologis.Jenis Penelitian skripsi ini adalah penelitian hukum emperis. Merupakan penelitian yang didasarkan oleh fakta, realita dan permasalahan yang ada di lapangan sumber data yang dilaksanakan di Kabupaten Bangkalan, khususnya masyarakat dan Kantor Kepolisian kota Bangkalan, dengan menggunakan metode penelitian lapangan (Field research)dengan mengadakan wawancara untuk mendapatkan data primer dan sekunder yang diperoleh melalaui studi kepustakaan (library research).
Hasil yang diperoleh Penulis dalam penelitian ini, antara lain bahwa: faktor penyebab tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat terhadap pelaku tindak pidanacuranmor dalam perspektif kriminologis, adalah sebagai berikut: 1) Faktor internal pelaku main hakim sendiri, antara lain: Ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegak hukum dalam menangani pelaku tindak pidana, Emosi dan sakit hati terhadap pelaku tindak pidana, agar pelaku tindak pidana jera dan supaya calon pelaku tindak pidana lain takut melakukan hal yang sama, anggapan bahwa menghakimi pelaku tindak pidana adalah kebiasaan dalam masyarakat, ikut-ikutan, dan rendahnya tingkat pendidikan. 2) Faktor eksternal pelaku main hakim sendiri, antara lain: Faktor kepolisian yang melakukan pembiaran terhadap tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat, dan Faktor kepolisian yang lamban dan tidak profesional dalam menangani kasus-kasus tindak pidana. Upaya pencegahan tindakan main hakim sendiri (eigenrechting) dapat dilakukan dengan 2 langkah adalah preventif dan represif.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RINGGA ALIWAFA D S |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Main Hakim Sendiri; peraturan; masyarakat |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 18:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28090 |
