TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39474-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (170kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39474-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39474-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (218kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39474-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (399kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39474-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (187kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39474-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (843kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39474-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (109kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39474-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (172kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39474-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Deiksis merupakan unsur kebahasaan yang maknanya bergantung pada konteks tutur, seperti penutur, waktu, tempat, dan hubungan sosial dalam suatu interaksi. Penggunaan deiksis menjadi bagian penting dalam komunikasi, terutama bagi pemelajar asing yang sedang mempelajari bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk deiksis dan fungsi deiksis yang digunakan oleh pemelajar asing dalam interaksi sosial di lingkungan Universitas Trunojdoyo Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori deiksis dari Levinson. Sumber data penelitian berupa tuturan lisan pemelajar asing yang terjadi dalam interaksi sosial di luar kelas. Data diperoleh melalui teknik simak, rekam, dan catat, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.rn Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam interaksi sosial pemelajar asing ditemukan berbagai bentuk deiksis, meliputi deiksis persona, deiksis waktu, deiksis tempat, deiksis wacana, dan deiksis sosial. Bentuk deiksis yang paling dominan digunakan adalah deiksis persona, khususnya penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua. Dominasi tersebut terjadi karena interaksi sosial yang dilakukan pemelajar asing bersifat langsung dan melibatkan partisipan secara aktif, sehingga penunjukan terhadap penutur dan mitra tutur menjadi lebih menonjol. Selain itu, deiksis tempat dan waktu digunakan untuk memperjelas lokasi serta waktu terjadinya peristiwa tutur, sedangkan deiksis sosial muncul melalui penggunaan sapaan yang mencerminkan hubungan sosial dan tingkat kesopanan. Deiksis wacana digunakan untuk menjaga kesinambungan tuturan dalam percakapan. Fungsi penggunaan deiksis dalam interaksi sosial pemelajar asing berperan penting dalam memperjelas rujukan, menjaga kelancaran komunikasi, serta membantu proses adaptasi bahasa dan budaya pemelajar asing di lingkungan akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan deiksis oleh pemelajar asing mencerminkan proses adaptasi bahasa dan perkembangan kompetensi pragmatik dalam pemerolehan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian pragmatik serta menjadi rujukan bagi pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang lebih kontekstual.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ERNAWATI |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | deiksis, interaksi sosial, pemelajar asing, pragmatik, BIPA deictics, social interaction, foreign learners, pragmatics, BIPA |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 18:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28077 |
