TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11970-13.01.111.00199_ABSTRACT_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (33kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11970-13.01.111.00199_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11970-13.01.111.00199_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (57kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11970-13.01.111.00199_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (62kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11970-13.01.111.00199_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (80kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11970-13.01.111.00199_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (17kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11970-13.01.111.00199_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (20kB)
Abstract
Seiring semakin meningkatnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap
sepak bola, mengakibatkan bermunculannya pihak-pihak yang memanfaatkan
sepak bola menjadi sebuah industri untuk mendapatkan keutungan pribadi dengan
mengesampingkan nilai sportivitas dan profesionalitas. Maka seyogyanya, pelaku
olahraga harus menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas dan profesioalisme demi
tercapainya sebuah prestasi yang membanggakan. Menurut FIFA, Match Fixing
adalah sebuah pengaturan suatu pertandingan sepak bola untuk mendapatkan
keuntungan secara meteriil maupun immateriil karena hasil pertandingan telah
memenuhi pesanan dari suatu perseorangan atau kelompok tertentu yang berada
dalam lingkup nasional maupun internasional. Adapun pelaku Match Fixing
biasanya dilakukan oleh bandar judi untuk memuluskan bisnis perjudiannya.
Dibutuhkan sanksi lain diluar sanksi administratif atau sanksi disiplin bagi pelaku
pengaturan skor tersebut untuk menekan pelaku supaya tidak melakukan hal-hal
terlarang seperti itu. Sanksi Pidana harus diberikan bagi pelaku yang melakukan
perbuatan pengaturan skor terebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk
memaparkan pertanggungjawaban pidana bagi pelaku suap pengaturan skor
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif.
Adapun pendekatan yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah metode
pendekatan undang-undang
Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa pelaku Match Fixing di Indonesia
dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak
Pidana Suap. Sedangkan untuk anggota PSSI yang terbukti menerima suap bisa
dijerat dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi. Sanksi semacam pelarangan berkecipung di dunia sepak
bola dalam kurun waktu yang telah ditentukan, denda, hingga degradasi kurang
memberikan efek jera. Tuntutan pidana beserta sanksinya harus diberikan oleh
negara kepada pelaku pengaturan skor karena harus kita akui bahwa satu-satunya
efek jera yang cukup ampuh bagi pelaku adalah pemberian sanksi pidana sesuai
dengan hukum perundang-undangan di Indonesia.
Kata kunci: Sepak Bola, Match Fixing, Pertanggungjawaban
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FAIS TAUFIQURRAHMAN |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Keywords: Soccer, Match Fixing, Responsibility |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 18:41 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28070 |
