TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39453-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (557kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39453-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39453-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (376kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39453-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (378kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39453-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39453-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (247kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39453-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (300kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39453-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (112kB)
Abstract
ABSTRAKrnWaralaba merupakan salah satu sistem bisnis yang berkembang pesat, di mana pemilik usaha sekaligus pemegang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) memberikan akses pemanfaatanrahasiadagang kepada pihak lain melalui perjanjian lisensi. Dalam praktiknya, hubunganusaha waralabatidak terlepas dari kewajiban pencatatan perjanjian lisensi sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat pelaku usaha yang menjalankan kerja sama usaha waralaba tanpa melakukan pencatatan perjanjian lisensi pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan hukum dalam penyelenggaraan usaha waralaba.rnPenelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case study). Data diperoleh melalui wawancara dengan pelaku usahawaralabadan instansi terkait di Kabupaten Bangkalan, sertadidukung oleh bahan hukum primer,sekunder, dan tersier. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat kesenjangan antara ketentuan hukum mengenai pencatatan lisensi rahasiadagangdan praktik yang terjadi di lapangan.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usahawaralabadi Kabupaten Bangkalan belum melaksanakan pencatatan perjanjian lisensirahasiadagang pada DJKI. Dalam praktiknya, hubunganperjanjian usahawaralabalebih banyak didasarkan padaperjanjianlisan maupun perjanjian tertulis yang tidak dicatatkan.Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketentuan hukum dengan praktik di lapangan yang berimplikasi pada lemahnya kepastian hukum, terutama dalam hal pembuktian dan keberlakuan perjanjian terhadap pihak ketiga. Oleh karena itu, pencatatan perjanjian lisensirahasiadagangmenjadiurgensi sebagai instrumen hukum untuk memperkuat perlindunganrahasiadagangserta memastikanpenyelenggaraan usahawaralababerjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.rnKata Kunci: Rahasia Dagang,PerjanjianLisensi,Waralaba.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SHOFIYYAH AZ-ZAHRA DEWI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Rahasia Dagang; PerjanjianLisensi; Waralaba. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 18:23 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28000 |
