TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39445-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (146kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39445-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39445-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (160kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39445-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (491kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39445-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (415kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39445-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (786kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39445-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (159kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39445-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (254kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39445-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (864kB)
Abstract
Perairan Pangeranan di Kabupaten Bangkalan, Madura, merupakan wilayah tangkapan kerang tahu (Meretrix sp.) sekaligus jalur transportasi perahu nelayan. Kawasan ini berpotensi tercemar logam berat, terutama kadmium (Cd), yang bersifat toksik dan dapat terakumulasi pada biota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar kadmium pada air, sedimen, dan kerang tahu, mengevaluasi hasilnya terhadap baku mutu, serta menganalisis korelasi kadar kadmium pada media tersebut. Metode analisis kadar kadmium dalam penelitian ini menggunakan prinsip destruksi dengan larutan asam, kemudian kadar kadmium dianalisis dengan spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 228,8 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kadmium tertinggi terdapat pada sedimen yaitu 0,1256 mg/kg hingga 0,1801 mg/kg, diikuti kerang tahu 0,0303 mg/kg hingga 0,0623 mg/kg, dan air sebesar 0,0015 mg/L hingga 0,0023 mg/L. Kadar logam kadmium pada air melampaui baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 yang menetapkan batas maksimal 0,001 mg/L untuk kehidupan biota. Kadar kadmium pada sedimen tidak melampaui baku mutu sesuai ketetapan ANZEEC and ARMCANZ (2000) sebesar 1,5 mg/kg, sedangkan kerang tahu masih dalam batas aman untuk dikonsumsi berdasarkan SNI 1 mg/kg dan WHO 0,1 mg/kg. Analisis regresi linier menunjukkan korelasi sangat kuat antara kadar kadmium pada air dan kerang tahu yaitu sebesar 94,62% serta korelasi sedimen dan kerang tahu sebesar 87,85%. Pemantauan kualitas air secara berkala dan penerapan langkah mitigasi perlu dilakukan untuk mencegah akumulasi kadmium dalam jangka panjang, mengingat bahwa kadar kadmium pada air telah melampaui baku mutu meskipun sedimen dan kerang tahu masih berada dalam batas aman, sehingga kegiatan perikanan di perairan tersebut tetap berkelanjutan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IMA ISYANA MAYSYAROH |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | Kadmium (Cd), Logam Berat, Meretrix sp., Pencemaran Air, Perairan Pangeranan (Cadmium (Cd), Heavy Metal, Meretrix sp., Water Pollution, Pangeranan Waters) |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 18:15 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/27966 |
