TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39437-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (150kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39437-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39437-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39437-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (291kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39437-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39437-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (495kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39437-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (166kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39437-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (216kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39437-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (175kB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji strategi penyangkalan yang digunakan oleh kandidat presiden AS, Donald Trump dan Kamala Harris, selama debat pemilihan tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis strategi penyangkalan yang digunakan oleh para kandidat dan untuk mengkaji bagaimana strategi penyangkalan tersebut berfungsi dalam konteks komunikasi politik yang penuh tekanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menonton satu video debat presiden AS dari saluran YouTube ABC News dan dianalisis berdasarkan teori Teun A. van Dijk (1992a, 1992b). Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi penyangkalan berupa pembelaan adalah yang paling sering digunakan, sedangkan strategi penyangkalan berupa disclaimer tidak ditemukan dalam penelitian ini. Hal ini mengindikasikan bahwa dominasi strategi pembelaan dipengaruhi oleh situasi debat yang intens, di mana para kandidat lebih memilih menyangkal tuduhan secara langsung daripada menggunakan klausa pembuka positif untuk menolak tuduhan negatif. Selain itu, kandidat yang paling banyak menggunakan strategi penyangkalan adalah Donald Trump dibandingkan Kamala Harris. Hasil ini menunjukkan bahwa Trump lebih sering mendapat serangan terkait tindakannya yang kontroversial, sehingga ia menggunakan banyak strategi penyangkalan untuk membela diri, sedangkan Harris lebih jarang menerima tuduhan sehingga ia lebih jarang menggunakan strategi penyangkalan. Kemudian, para kandidat umumnya menggunakan strategi penyangkalan untuk menghalangi inferensi negatif dan mengelola kontradiksi atau mendiskreditkan pihak lain. Sementara itu, fungsi untuk menjaga citra kelompok sendiri tidak ditemukan dalam debat ini.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM REFINA WATI |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | denial strategies, presidential debate, Donald Trump, Kamala Harris |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 18:09 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/27939 |
