TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11907-13.01.111.00181_ABSTRACT_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (232kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11907-13.01.111.00181_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11907-13.01.111.00181_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (605kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11907-13.01.111.00181_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (605kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11907-13.01.111.00181_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (605kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11907-13.01.111.00181_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (605kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11907-13.01.111.00181_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (605kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11907-13.01.111.00181_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (605kB)
Abstract
Indonesia darurat kejahatan terhadap anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan kekerasan pada anak selalu meningkat setiap tahun. Hasil pemantauan KPAI dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014, terjadi peningkatan kasus kekerasan yang signifikan, di tahun 2011 terjadi 2178 kasus, tahun 2012 ada 3512 kasus, tahun 2013 ada 4311 kasus, tahun 2014 ada 5066 kasus. Telah dijelaskan dalam Pasal 28B ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 bahwa “setiap anak berhak atas keberlangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. Maraknya aksi kejahatan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan yang terjadi di Kabupaten Bangkalan sangat meresahkan masyarakat. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) bertugas melakukan pelayanan psikososial, hukum, dan pendampingan pada korban kekerasan perempuan maupun anak yang berada pada tingkat provinsi, kabupaten dan kota. P2TP2A telah berupaya dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bangkalan, namun upaya tersebut apakah sudah efektif mengingat kendala-kendala yang dialami dalam penyelenggaran perlindungan terhadap anak dan perempuan korban kekerasan. Untuk mengetahui hal tersebut, dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sosio-legal dan untuk pendekatan masalah, menggunakan pendekatan kasus dan pendekatan fakta. Diperoleh suatu hasil penelitian bahwa P2TP2A Bangkalan kurang efektif dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak, dikarenakan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bangkalan masih fluktuatif, implementasi norma yang belum sesuai dan kendala-kendala yang dialami P2TP2A sebagai faktor utama yang menyebabkan penanganan terhadap korban kekerasan menjadi tidak efektif.
Kata kunci: P2TP2A, Perlindungan Hukum, Kekerasan, Anak, Perempuan
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM GALANG ARMADA JALA |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | P2TP2A ; Perlindungan Hukum ; Kekerasan, Anak ; Perempuan |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 17:40 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/27829 |
