TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39404-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (107kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39404-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (924kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39404-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (175kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39404-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (224kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39404-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (134kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39404-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (397kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39404-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (108kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39404-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (186kB)
Abstract
Penelitian feminis ini mengkaji penggambaran praktik yang mendukung budaya pemerkosaan dalam novel Medusa: The Girl Behind the Myth karya Jessie Burton. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk-bentuk praktik yang mendukung budaya pemerkosaan dan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh Medusa untuk menentang segala budaya pemerkosaan tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan berpusat pada isu budaya pemerkosaan dalam novel gubahan mitologi Medusa, Medusa: The Girl Behind the Myth. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui metode konten analisis, khususnya melalui analisa yang berfokus pada ucapan antar tokoh dan narasi dari penulis yang merepresentasikan praktik pembungkaman, objektifikasi, perlawanan oleh perempuan dan pemulihan agensi korban pemerkosaan, yang terdapat dalam novel Medusa: The girl Behind the Myth oleh Jessie Burton. Data-data terkait praktik pembungkaman, objektivikasi, perlawanan dan pemulihan agensi perempuan tersebut kemudian dianalisis dan diinterpretasikan secara kronologis dan memperhatikan pola-pola serta tema yang berkaitan dengan teori rape culture (budaya pemerkosaan) oleh Jan Jordan (2023). Temuan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa budaya pemerkosaan beroperasi melalui dua mekanisme utama, yaitu objektifikasi dan pembungkaman. Objektifikasi direpresentasikan melalui glorifikasi standar kecantikan yang tidak realistis, pelaziman male-gaze, perendahan nilai perempuan, penggambaran perempuan sebagai Other, dan objektifikasi diri sendiri oleh perempuan, sedangkan pembungkaman dalam budaya pemerkosaan beroperasi melaului pembungkaman secara aktif, pasif dan pembungkaman diri sendiri oleh korban. Selain itu, temuan data menunjukkan bahwa Medusa berhasil dalam menentang budaya pemerkosaan melalui penentangan secara fisik dan mental. Penentangan ini berfokus pada penentangan terhadap pembungkaman, objektifikasi dan penceritaan ulang terhadap statusnya yang semula “korban” menjadi “penyintas”. Sehingga, melalui penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perlawanan terhadap objektifikasi dan pembungkaman sangat penting untuk melawan praktik budaya pemerkosaan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DEVI DAMAYANTI |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | Medusa’s myth; objectification; rape culture; silencing; women’s resistance. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 17:34 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/27807 |
