TRUNOJOYO-KP-20376-150331100030-PKL_NOVAIL_ABRORI_150331100030.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Manajemen pergudangan merupakan fasilitas khusus pada perusahaan
yang bersifat tetap yang bertujuan untuk mengontrol kegiatan pergudangan
sehingga mudah dalam mendapatkan informasi mengenai stok bahan baku yang
ada di gudang. Implementasi dari manajemen ini adalah proses pengawasan
barang yang masuk gudang dan barang yang keluar dari gudang. Aktifitas
penggudangan meliputi penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan, pendistribusian
dan pengendalian supaya kualitas dan kuantitas bahan baku pembuatan produk
dan tidak mengalami penurunan kualitas (Warman 2012).
Manajemen pergudangan sangat penting untuk kelancaran produksi, sebab
berkaitan langsung dengan kelancaran produk sampai ke tangan konsumen.
Melalui pengelolaan gudang, perusahaan dapat lebih mengontrol pergerakan dan
proses penyimpanan, menggunakan ruang yang lebih optimal di gudang,
meningkatkan efisiensi proses penerimaan dan pengiriman, dan lebih memahami
tingkat persediaan secara akurat dari waktu ke waktu. Berdasarkan hal tersebut,
PKL PT. Perkebunan Nusantara XII yang berlokasi di Kebun Wonosari, Malang,
Jawa Timur, untuk mempelajari manajemen gudang dan penanganan material
perusahaan.
PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Teh Wonosari, Malang Jawa Timur
merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang sektor perkebunan
yang memproduksi teh dengan didukung oleh potensi alam yang indah. Hasil
pengolahan perkebunan teh Wonosari berupa teh hitam (black tea) dan teh putih
(white tea) dalam kemasan dengan merk “Rollaas White Tea” ini adalah produk
teh istimewa, melalui serangkaian pemilihan, pemilihan dan pemrosesan sistem
tunas teh khusus. Xenophobia, teh putih yang berasal dari Dinasti Song (1279-
690 SM) pada awalnya hanya dikonsumsi oleh kaisar dan keluarganya atau
pejabat kerajaan, dan hanya diproduksi dalam jumlah terbatas. Jika China tidak
mulai mengekspor produk teh jenis ini ke negara-negara Asia dan Eropa dengan
tradisi minum teh pada tahun 1891, teh putih akan tetap menjadi teh eksklusif,
hanya dinikmati di China. Karenanya, melalui ekspor ini, white tea mulai dikenal luas di negara-negara di luar China, dan kini siapa pun dapat menikmati
white tea.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NOVAIL ABRORI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | MANAJEMEN PERGUDANGAN;KEBUN TEH |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 17:32 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/27797 |
