TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11893-13.01.111.00027_ABSTRACT_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (273kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11893-13.01.111.00027_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (759kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11893-13.01.111.00027_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (55kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11893-13.01.111.00027_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (98kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11893-13.01.111.00027_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (116kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11893-13.01.111.00027_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (17kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11893-13.01.111.00027_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (15kB)
Abstract
Pembagian waris adat dari sebagian besar masyarakat di Indonesia, pada
umumnya dilakukan dalam cara kekeluargaan, namun sering juga menjadi
permasalahan pembagian tanah waris adat diantara para ahli waris, terutama bila
masing-masing pihak merasa tidak puas karena merasa tidak cukup dalam pembagian
warisan. Pembagian harta waisan yang melibatkan anak angkat pada kasus di Desa
Mori Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Harta warisan yang diperoleh anak
angkat dari orang tua angkat tersebut disengketakan oleh saudaranya sendiri. Hal ini
menimbulkan permasalahan pembagian harta waris berupa tanah bagian anak angkat
di Desa Mori Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro,
Metode yang digunakan adalah menggunakan penelitian hukum empiris,
dengan menggunakan pendekatan fakta (fact approacch), dan analisa bahan hukum
menggunakan deskriptif. Penelitian tersebut didapatkan hasil dari wawancara di Desa
Mori Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.
Penelitian tersebut didapatkan Hasil bahwa Apabila dalam pembagian harta
waris, ada anak angkat, maka anak angkat tersebut dikatagorikan anak kandung
dengan syarat pengangkatan anak tersebut dengan resmi mendapatkan penetepan dari
pengadilan. Ketika anak angkat tidak dimohonkan di pengadilan maka anak angkat
hanya menerima harta warisan sekedarnya saja tergantung pada pewarisnya bahkan
anak tersebut tidak mendapatkan harta warisan. Jika ahli waris anak angkat tunggal,
maka berkedudukan ahli waris tunggal. Dengan ketentuan-ketentuan bersedia
merawat orang tua angkat sampai meninggal dunia. Pembagian harta warisan pada
masyarakat Desa Mori Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro dapat dilaksanakan
dengan hukum waris adat setempat dengan dasar kesepakatan semua ahli waris. Ahli
waris berkumpul dan membahas harta peninggalan, dipimpin oleh saudara yang
paling tua yang dirasa mengerti dan paham. Kedudukan antara anak laki-laki dengan
anak perempuan adalah disama ratakan perbandingan (1;1).
Kata kunci: Waris, Hak Waris, Anak Angkat
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AHMAD DODI SUSILO |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Keywords: inheritance, inheritance rights, adopted child |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 17:26 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/27772 |
