TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20351-160221100038_Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (171kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20351-160221100038_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (534kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20351-160221100038_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (270kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20351-160221100038_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (487kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20351-160221100038_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (257kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20351-160221100038_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (694kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20351-160221100038_Chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (657kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20351-160221100038_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (170kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20351-160221100038_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (189kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20351-160221100038_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (908kB)
Abstract
Di Madura ada sebuah acara yang diadakan untuk mendapatkan sebuah pinjaman. Acara ini sudah berlangsung sejak lama, dari zaman nenek moyang hingga sekarang, bahkan sudah menjadi sebuah tradisi yang tidak terpisahkan bagi masyarakat Madura. Nama tradisi ini yaitu to’ oto’. Tradisi to’ oto’ merupakan kegiatan informal yang dibentuk oleh masyarakat Madura dan erat kaitannya dengan hutang-piutang. Salah satu keunikan yang ada pada tradisi to’ oto’ ialah sistem hutang-piutang yang berbeda dengan lembaga keuangan informal lainnya. Untuk seseorang yang ingin mendapatkan pinjaman pada tradisi to’ oto’ harus terlebih dahulu memberikan pinjaman terhadap anggota lain. Sistem hutang-piutang seperti ini sudah ada sejak awal berdirinya tradisi to’ oto’ di Madura. Sistem yang digunakan ialah mowang dan narek. Artinya menabung untuk mendapatkan pinjaman. Terdapat dua pihak yang berperan dalam siklus hutang-piutang pada tradisi to’ oto’ yaitu pihak yang berhutang dan pihak yang mempunyai piutang. Pada tradisi to’ oto’ terdapat resiko piutang tak tertagih, salah satunya disebabkan oleh anggota to’ oto’ meninggal dunia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sistem hutang-piutang pada anggota to’ oto’ yang sudah meninggal dunia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif interpretif dengan pendekatan etnografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna hutang-piutang pada anggota to’ oto’ yang sudah meninggal dunia terdapat dua anggapan yaitu lunas (di ikhlaskan) dan tidak (tidak diikhlaskan). Dari anggapan tersebut maka akan membentuk sistem hutang-piutang pada anggota to’ oto’ yang sudah meninggal dunia.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LAILATUL BADRIYAH |
| Department | Akuntansi |
| Uncontrolled Keywords | tradisi to'oto';muang narek;hutang-piutang |
| Divisions | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 - Akuntansi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 17:05 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/27690 |
