TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30005-190111100241_Alvina Febriyanti_BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (91kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30005-190111100241_Alvina Febriyanti_BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (318kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30005-190111100241_Alvina Febriyanti_BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (465kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30005-190111100241_Alvina Febriyanti_BAB 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (233kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30005-190111100241_Alvina Febriyanti_Abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (100kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30005-190111100241_Alvina Febriyanti_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30005-190111100241_Alvina Febriyanti_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (97kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30005-190111100241_Alvina Febriyanti_Lampiran 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (267kB)
Abstract
Lembaga lembaga pendanaan yang disukai petani garam di Madura tidak semua termasuk dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan sehingga dimungkinkan petani garam tidak mendapatkan perlindungan hukum. Penelitian bertujuan untuk meneliti lembaga lembaga pendanaan mana saja yang digunakan petani garam, apakah lembaga lembaga pendanaan yang digunakan petani garam termasuk dalam pengawasan otoritas jasa keuangan, dan apakah akibat hukum jika petani garam tidak menggunakan lembaga lembaga pendanaan yang diawasi oleh OJK. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris atau socio legal research. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang menghasilkan data primer berupa hasil wawancara.rnHasil penelitian ini memperlihatkan bahwa lembaga lembaga pendanaan yang banyak digunakan petani garam di desa Padelegan untuk produksi garam dilakukan melalui lembaga lembaga pendanaan formal yang meliputi Bank BRI dan Koperasi serta lembaga lembaga pendanaan informal yaitu lembaga pendanaan berasal dari tengkulak dan kerabat (family funding). Dalam praktik bahwa petani garam cenderung lebih memilih lembaga lembaga pendanaan informal dari tengkulak dan dari kerabat (family funding), dikarenakan prosedur lebih mudah dan cepat serta tanpa persyaratan administrative yang rumit. Lembaga lembaga pendanaan Bank dan Koperasi merupakan lembaga yang mendapat pengawasan OJK, pengawasan ini agar mendapat perlindungan hukum. Sementara lembaga lembaga pendanaan tengkulak dan kerabat tidak mendapat pengawasan dari OJK, akibatnya petani garam tidak mendapat perlindungan hukum bila terjadi sengketa dengan lembaga lembaga pendanaan tersebut.rnKata Kunci: Petani Garam, Lembaga pendanaan, Perlindungan Hukum, Pengawasan, OJK
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALVINA FEBRIYANTI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Petani Garam; Pembiayaan; Perlindungan Hukum; Pengawasan; OJK |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 16:26 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:17 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/27538 |
