TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11763-ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (144kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11763-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (832kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11763-CHAPTER I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (88kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11763-CHAPTER II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (203kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11763-CHAPTER III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (804kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11763-CHAPTER IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (392kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11763-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (84kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11763-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (91kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11763-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (638kB)
Abstract
Kabupaten Gresik merupakan wilayah dengan daratan rendah yang mempunyai ketinggian 2 sampai 12 meter diatas permukaan air laut. Sebagian wilayah Kabupaten Gresik merupakan daerah pesisir pantai yang memanjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta tipe pasang surut dengan menggunakan metode admiralty dan least square. Pengambilan data pasang surut selama 15 hari (tanggal 4 Mei 2017-18 Mei 2017) di perairan Gresik menggunakan papan skala. Data pengukuran ini dibandingkan dengan data BMKG. Data dianalisa menggunakan metode admiralty dan least square, kemudian dibandingkan sehingga diketahui akurasi kedua metode yang digunakan dengan tujuan untuk memahami karakteristik pasang surut. Hasil pengolahan data menggunakan metode admiralty diperoleh nilai bilangan Formzahl 1,30 untuk data insitu dan 1,31 untuk data BMKG, sedangkan pada metode least square diperoleh nilai bilangan Formzahl 1,17 untuk data insitu dan 0,9 untuk data BMKG; sehingga dapat dikategorikan dalam tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda (nilai bilangan Formzahl 0,25<F≤1,5) yaitu pada satu hari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan ketinggian yang berbeda. RMS Error antara metode admiralty dengan metode Least Square yaitu 0,16 (admiralty) dan 0,27 m (least square) yang bisa menunjukkan bahwa akurasi dari metode admiralty lebih tinggi dibandingkan dengan metode Least Square.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RIZQI AMILIYAH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Pasang surut, Admiralty, Least Square |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 15:06 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:16 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/27237 |
