TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39250-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (148kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39250-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39250-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (250kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39250-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (211kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39250-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (426kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39250-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (807kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39250-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (102kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39250-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (173kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39250-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Sumberdaya perikanan merupakan aset penting bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional, namun keberlanjutannya terancam oleh overfishing, degradasi lingkungan, dan modernisasi perikanan. Dalam kondisi tersebut, kearifan lokal berperan sebagai mekanisme sosial-budaya dalam menjaga keseimbangan pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, faktor pembentuk, peran, serta tantangan kearifan lokal nelayan tradisional di Desa Pagagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, nelayan, dan keluarga nelayan, serta dokumentasi pendukung lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal nelayan di Desa Pagagan mencakup tiga kategori utama, yaitu pengetahuan lokal (musim ikan dan teknik penentuan lokasi tangkap menggunakan onjhem), nilai lokal (petik laut, pantangan, tidak melaut di hari Jum’at dan rasol sampan), keterampilan lokal (pembuatan alat tangkap tradisional dan pengolahan hasil sampingan ikan menjadi petis), sumberdaya lokal ikan teri dan ikan hasil pancingan. Kearifan lokal tersebut terbentuk melalui tradisi lisan, proses musyawarah, serta dinamika sosial ekonomi masyarakat pesisir. Kearifan lokal di Desa Pagagan mampu mendukung keberlanjutan sumberdaya perikanan melalui pembatasan aktivitas melaut pada perayaan petik laut dan tidak melaut di hari Jum’at serta pemasangan onjhem sebagai habitat biota perairan. Namun, modernisasi alat tangkap dan perubahan pola pikir generasi muda menjadi tantangan signifikan terhadap kelestariannya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DINDA SHAFA ADZANIA ADELWEIS |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | Kearifan Lokal;Nelayan Tradisional;Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan;Keberlanjutan Sumberdaya Perikanan. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 14:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:16 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/27187 |
