TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39243-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (196kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39243-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39243-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (207kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39243-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (238kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39243-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (468kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39243-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (411kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39243-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (138kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39243-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (229kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39243-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Ekowisata adalah pemanfaatan ekosistem untuk kegiatan wisata dengan tetap menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungannya. Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, merupakan salah satu wilayah yang mengembangkan ekowisata mangrove berbasis masyarakat. Karena itu, aktivitas wisata perlu diatur, termasuk pembatasan jumlah pengunjung agar ekosistem tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi biofisik mangrove di Desa Lembung, menilai kesesuaian kawasan untuk pengembangan ekowisata, serta menghitung daya dukung kawasan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi pada 6 stasiun menggunakan transek untuk mengukur ketebalan, kerapatan, jenis mangrove, serta keberadaan biota, dan data tambahan diperoleh melalui wawancara. Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dihitung berdasarkan ketebalan, kerapatan, jumlah jenis, pasang surut, dan objek biota, sedangkan daya dukung kawasan ditentukan dari luas area dan waktu kunjungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi biofisik mangrove di Desa Lembung mendukung aktivitas ekowisata. Stasiun 3, 4, dan 5 termasuk kategori sesuai (S2) dengan nilai IKW pada kisaran 51–59%, sementara stasiun 1, 2, dan 6 masuk dalam kategori sesuai bersyarat (S3) dengan nilai IKW antara 46–49%. Daya dukung kawasan dihitung untuk beberapa jenis kegiatan yang dapat dilakukan di Ekowisata Mangrove Lembung, yaitu tracking, duduk santai, fotografi, dan edukasi. Hasil perhitungan DDK menunjukkan bahwa empat kegiatan ekowisata mangrove Lembung dapat menampung total 134 orang per hari, dengan kontribusi masing-masing aktivitas: tracking 16 orang, duduk santai 100 orang, photography 2 orang, dan edukasi 16 orang per hari. Secara umum, ekowisata mangrove di Desa Lembung berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui pengaturan kunjungan, perbaikan kondisi stasiun bersyarat, serta peningkatan peran masyarakat dalam konservasi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANGGI TRIA PUSPITASARI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | Daya dukung kawasan;Desa Lembung;Ekowisata;Indeks Kesesuaian Wisata;Mangrove |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 14:45 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:16 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/27159 |
