TRUNOJOYO-Tugas Akhir -32526-200531100053-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (256kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir -32526-200531100053-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir -32526-200531100053-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (316kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir -32526-200531100053-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (506kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir -32526-200531100053-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (426kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir -32526-200531100053-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (278kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir -32526-200531100053-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir -32526-200531100053-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (186kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir -32526-200531100053-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (318kB)
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana resistensi tokoh utama perempuan, Mary Shelley, direpresentasikan dalam film “Mary Shelley” (2017). Penelitian ini mengeksplorasi dinamika antara Mary sebagai subjek yang aktif dan objek yang dipengaruhi oleh kekuatan eksternal. Melalui pendekatan wacana kritis Sara Mills dan teori resistensi James C. Scott, penelitian ini mengkaji transformasi Mary dalam menantang norma-norma patriarkal pada abad ke-18 di Inggris dan bagaimana ia mempertahankan kebebasan dan otonomi pribadinya sebagai seorang penulis perempuan.rnrnPenelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis dengan fokus pada 22 scene utama dari film tersebut. Analisis data dilakukan dengan mengamati posisi Mary dalam setiap scene, baik sebagai subjek yang mengendalikan narasi maupun sebagai objek yang dipengaruhi oleh karakter lain. Data juga dianalisis menggunakan teori resistensi James C. Scott untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk resistensi tertutup dan terbuka yang dilakukan oleh Mary. Teknik analisis data mengikuti metode analisis wacana kritis Sara Mills dan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan metode.rnrnHasil penelitian menunjukkan bahwa Mary Shelley sering berada dalam dinamika kompleks antara subjek dan objek. Dalam beberapa scene penting seperti Scene 87, 108, dan 117, Mary bertransformasi dari posisi yang rentan menjadi individu yang kuat dan berani. Mary menunjukkan resistensi tertutup melalui tindakan seperti menghindar, menangis, dan diam, serta resistensi terbuka dengan tindakan meninggalkan rumah, konfrontasi, dan mendukung tokoh lain. Dinamika ini mencerminkan perjuangan Mary untuk menemukan dan mengekspresikan suaranya dalam dunia sastra yang didominasi laki-laki, sekaligus menantang norma-norma gender yang membatasinya. Penelitian ini mengungkapkan bahwa melalui kombinasi bentuk resistensi tersebut, Mary Shelley tidak hanya melawan ketidakadilan gender, tetapi juga mengassertasikan otonomi dan kebebasannya di bawah tekanan sosial.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FARAH SALSABIL |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | resistensi Mary Shelley analisis wacana kritis film |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:45 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2698 |
