TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22982-Abstract..pdf
Download (14kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22982-Cover..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (272kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22982-Chapter1..pdf
Download (154kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22982-Chapter2..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (139kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22982-Chapter3..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22982-Chapter4..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (519kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22982-Chapter5 Conclusion..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22982-Appendices..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22982-References..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (12kB)
Abstract
ABSTRAK
Desa Wisata adalah komunitas mandiri yang memiliki potensi menarik dan sesuai untuk menjual berbagai atraksi sebagai daya tarik wisata tanpa melibatkan investor; Akibatnya, pembangunan desa merupakan realisasi dari undang-undang otonomi daerah (UU No.22/99), dan setiap kabupaten harus merencanakan desa wisata dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah dan menggali potensi daerah. Komunitas turis seringkali memenuhi semua persyaratan pariwisata objek wisata. Wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan di suatu tempat tertentu, semuanya didukung oleh atraksi, penginapan, dan fasilitas lainnya, adalah contohnya. Hal ini sesuai dengan kearifan lokal masyarakat. Desa wisata secara keseluruhan mencakup semua aspek desa untuk mempromosikan kekhasan kota dan keahlian lokal melalui pariwisata.
Merujuk kepada Peraturan Bupati perihal Penetapan Kawasan Desa Wisata Kabupaten Sumenep (Perbup No.15 tahun 2018), salah satu bentuk pariwisata yang hendak dikembangkan oleh pemerintah Sumenep adalah pariwisata spiritual. Sejumlah bentuk wisata seperti wisata budaya, wisata agro, wisata tirta, wisata spiritual dan wisata olahraga diidentifikasi oleh pemerintah kabupaten Sumenep selain mampu berperan dalam mendongkrak income di sisi ekonomi, juga diyakini sebagai upaya efektif dalam program pelestarian lingkungan serta optimalisasi potensi sosial budaya yang dimiliki masyarakat.
Penelitian ini bertujuan menganalisis model wisata islami dengan basis regulasi formal kepariwisataan serta potensi turisme yang tersebar pada desa-desa wisata di Kabupaten Sumenep. Tujuannya Di Pantai Sembilan Gili Genting Suemenep, Bagaimanaa penerapan regulasinya, baik dari pengelolaan dan perkembangannya. Dan Dalam konteks jangka panjang diharapkan kerangka dan model wisata islami ini dapat menjadi referensi dalam menyusun dan memperkokoh regulasi maupun inovasi tata kelola dunia kepariwisataan di Bumi Sumekar sehingga tujuan, sasaran dan target yang diinginkan pemerintah Kapubupaten Sumenep dapat terimplementasi.
Penelitian ini menggunakaan metode penelitian kualitatif dengan situs penelitian meliputi observasi, wawancara, serta dokumentasi sesuai data yang di perlukan dalam tempat penelitian. Data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder yang diperoleh sumber lapangan serta terjun langsung ke lokasi penelitian.
Kata kunci: Desa Wisata, Regulasi, Kepariwisataan, Pantai sembilan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LAELATUL MASRURAH |
| Department | Hukum Bisnis Syariah |
| Uncontrolled Keywords | Desa Wisata, Regulasi, Keparawisataan, Pantai Sembilan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Keislaman > S1 - Hukum Bisnis Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:45 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2695 |
