TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39176-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (145kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39176-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (90kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39176-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (160kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39176-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (88kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39176-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (356kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39176-Abstract.pdf
Download (38kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39176-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39176-Chapter1.pdf
Download (178kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39176-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (551kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39176-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Relasi antara anak dan orang tua merupakan aspek penting yang membentuk nilai, identitas, serta perilaku individu. Salah satu nilai yang menonjol dalam relasi tersebut adalah filial piety atau kebaktian anak kepada orang tua, yang umumnya dilekatkan pada konteks keluarga harmonis dan figur anak yang patuh serta lembut. Namun, nilai kebaktian ini jarang dikaji pada kelompok sosial yang memiliki citra maskulin, keras, dan dekat dengan risiko sosial, seperti blater dalam budaya Madura. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk filial piety atau kebaktian anak terhadap ibu pada sosok blater Madura, yang dikenal dengan citra keras, berani, dan maskulin, namun memiliki hubungan emosional yang kuat dengan ibunya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif para partisipan secara mendalam. Tiga orang blater Madura yang berusia antara 18 40 tahun dan tinggal bersama ibu mereka dijadikan partisipan penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk filial piety pada blater Madura diwujudkan melalui kepatuhan, penghormatan, tanggung jawab finansial, serta perlindungan terhadap ibu. Meski tidak selalu diekspresikan secara verbal, kasih sayang mereka tercermin dalam tindakan nyata, seperti memenuhi kebutuhan ibu dan menaati nasihatnya. Ibu berperan penting sebagai figur moral dan spiritual yang membentuk perilaku, nilai, dan arah hidup anak. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai filial piety tetap kuat dalam budaya Madura, menjadi penyeimbang antara kerasnya kehidupan sosial dan nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat tentang sisi emosional dan moral dari sosok blater Madura serta memperkaya kajian psikologi lintas budaya, khususnya dalam konteks relasi anak orang tua di Indonesia.rnrnKata kunci: blater, fenomenologi, filial piety, Madura, relasi ibu-anak
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM APRILIA DWI SYAKILA |
| Department | Psikologi |
| Uncontrolled Keywords | blater, fenomenologi, filial piety, Madura, relasi ibu-anak |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Psikologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 13:32 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:16 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/26897 |
