TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11658-Abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (192kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11658-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (905kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11658-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (206kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11658-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (242kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11658-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (206kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11658-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (215kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11658-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (893kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11658-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (88kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11658-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (198kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11658-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (252kB)
Abstract
Petung Naptu merupakan sebuah tradisi yang terdapat pada orang Jawa
yang beraliran kejawen yaitu sebuah tradisi perhitungan pada masa perjodohan
yang perhitungannya menggunakan weton pasangan yang akan dijodohkan.
Weton merupakan penanda lahir seseorang yang terdiri dari hari dan pasaran yang
masing-masing mempunyai naptu. Dilakukannya tradisi tersebut dengan tujuan
untuk mengetahui kecocokan antara pasangan yang akan dijodohkan, serta untuk
mencari keuntungan dalam pelaksanaan suatu perkawinan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan
pendekatan fenomenologi. Analisis data dilakukan sesuai dengan teori tafsir
kebudayaan Clifford Geertz, dimana dalam mencari pemahaman sebuah makna
kebudayaan perlulah mengetahui terlebih dahulu cara menafsirkan simbol-simbol
yang terdapat pada kebudayaan itu. Dan cara yang digunakan dalam menafsirkan
simbol-simbol itu dengan cara thick yaitu sebuah tafsiran dengan memaparkan
konfigurasi atau sistem simbol-simbol bermakna secara mendalam dan
menyeluruh.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tradisi petung naptu, weton
merupakan sebuah simbol yang terdapat dan digunakan pada tradisi tersebut. Dari
weton dapat dilihat dan digambarkan tentang watak, sifat, karakter, serta tabiat
seseorang, weton asalnya dari huruf aksara Jawa (ha, na, ca, ra, ka) yang pada
dasarnya huruf aksara Jawa tersebut memiliki banyak makna tentang gambaran
atau hakikat hidup manusia di dunia. sehingga pada tradisi ini weton bisa
dijadikan sebagai bahan perhitungan yang nantinya dari hasil perhitungan tersebut
bisa diketakui kecocokan dan baik tidaknya jika perjodohan bisa dilanjutkan pada
proses upacara pernikahan.
Kata Kunci: kejawen, petung naptu, perjodohan
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALFIN SA.'ADAH |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | kejawen ; petung naptu ; perjodohan / kejawen ; petung naptu ; matchmaking |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 13:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:16 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/26804 |
