TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39150-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (266kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39150-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39150-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (229kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39150-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (289kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39150-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (293kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39150-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (754kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39150-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39150-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (179kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39150-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (226kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39150-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk upaya kemandirian kesehatan yang berbasis kearifan lokal dan masih relevan untuk dikembangkan, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses Konstruksi Sosial Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Guna Kemandirian Kesehatan Bagi Warga Pondok Pesantren: Studi Kasus di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Kelurahan Jungcangcang Kecamatan Pamekasan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan informan utama yaitu warga pondok pesantren serta informan pendukung yang terdiri dari perwakilan daerah Kecamatan Pamekasan dan juga perwakilan Dinas Kabupaten Pamekasan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang meliputi tahapan eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap eksternalisasi, pemanfaatan TOGA muncul dari inisiatif pimpinan pondok pesantren dan dukungan lembaga eksternal melalui praktik penanaman dan penggunaan TOGA sebagai pengobatan pertama. Pada tahap objektivasi, praktik pemanfaatan TOGA mengalami pelembagaan dan diterima sebagai kebiasaan kolektif warga pondok pesantren. Selanjutnya, pada tahap internalisasi, nilai dan pengetahuan mengenai pemanfaatan TOGA tertanam dalam kesadaran santri dan warga pondok pesantren sebagai bagian dari pola hidup sehat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan TOGA di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum tidak hanya berfungsi sebagai alternatif pengobatan, tetapi juga sebagai hasil konstruksi sosial yang membentuk kemandirian kesehatan secara holistik. Melalui proses sosial yang berkelanjutan, TOGA menjadi bagian dari budaya pesantren yang mendukung kesehatan, kemandirian, dan pelestarian kearifan lokal.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AMELIA IZZAH AMIR |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Konstruksi Sosial, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Kemandirian Kesehatan, Pondok Pesantren./ Social Construction, Family Medicinal Plants (TOGA), Health Independence, Islamic Boarding School. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 13:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:16 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/26793 |
