TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39105-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (189kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39105-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39105-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (156kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39105-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (437kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39105-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (226kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39105-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (423kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39105-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (631kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39105-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (127kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39105-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (182kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39105-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (227kB)
Abstract
Industri genteng merupakan sumber mata pencaharian utama masyarakat Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, yang sangat bergantung pada kondisi musim. Perubahan musim yang tidak menentu menyebabkan penurunan produksi genteng dan memengaruhi stabilitas pemasaran, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana jaringan sosial pengrajin berperan dalam mempertahankan pemasaran genteng di tengah perubahan musim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling untuk memilih informan, terdiri dari pengrajin, pemilik industri, pemilik tanah, pedagang, dan pemodal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori modal sosial Pierre Bourdieu sebagai kerangka interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sosial menjadi modal utama yang memungkinkan pemasaran genteng tetap berjalan meskipun produksi menurun. Pengrajin memperkuat hubungan dengan pemilik industri untuk menjamin pemasaran, dengan pemilik tanah untuk memastikan ketersediaan bahan baku, dengan pedagang untuk memperluas saluran distribusi, serta dengan pemodal untuk memperoleh akses dukungan finansial saat produksi terhambat oleh cuaca. Jaringan tersebut bekerja melalui mekanisme kepercayaan, pertukaran timbal balik, dan keterikatan sosial yang telah terbentuk secara turun-temurun. Dalam kondisi perubahan musim, modal sosial ini mampu dikonversi menjadi modal ekonomi dan simbolik yang menjaga kelangsungan industri genteng. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa jaringan sosial merupakan faktor paling berpengaruh dalam menjaga keberlanjutan pemasaran genteng di Desa Tlambah. Oleh karena itu, penguatan relasi antarpelaku industri dan dukungan kelembagaan sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan perubahan musim. Kata Kunci : Jaringan Sosial, Pemasaran, Industri Genteng, Peru
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SUCIANTO |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Jaringan Sosial, Pemasaran, Industri Genteng, Peru |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 12:15 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:15 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/26613 |
