PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN PEMETAAN BATIMETRI DI TELUK SAMPIT

Moh. Bagus Pamungkas (2020) PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN PEMETAAN BATIMETRI DI TELUK SAMPIT. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-20065-170341100060-Laporan PKL5.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-20065-170341100060-Laporan PKL5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim yang berarti memiliki pulau yang banyak dan dikelilingi oleh laut. Indonesia memiliki letak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia dan diapit oleh dua Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Indonesia mempunyai 17.504 buah pulau dan memiliki panjang garis pantai sejauh 81.000 km dan total luas wilayah laut Indonesia seluas 7,81 juta km2 (Ridwan,2013). Luasnya perairan di Indonesia membuat ide untuk melakukan penelitian tentang laut seperti perubahan garis pantai, kedalaman dari laut tersebut atau pun dengan penelitian geologi lainnya..
Teluk Sampit adalah teluk yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah tepatnya di Kota Sampit. Teluk Sampit merupakan daerah yang cukup strategis dan memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Potensi dari daerah Teluk Sampit yaitu daerah ini sering dijadikan alur transportasi pelayaran oleh kapal - kapal yang melintasi. Teluk Sampit merupakan tempat yang sangat sering digunakan oleh kapal - kapal besar untuk lego jangkar untuk menunggu memasuki pelabuhan yang ada di Sampit. Kapal – kapal yang melewati teluk sampit sangat bermacam – macam dari kapal untuk berdagang hinggal kapal feri dan kapal tongkang yang membawa suatu hasil batu bara yang ada di daerah sekitar teluk sampit itu sendiri (Wayan et.al 2009).
Garis pantai merupakan batas pertemuan antara daratan dengan bagian laut saat terjadi air laut pasang tertinggi. Garis ini bisa berubah karena beberapa hal seperti abrasi dan sedimentasi yang terjadi di pantai. Pengikisan ini akan menyebabkan berkurangnya area daratan, sehingga menyebabkan berubahnya garis pantai, sedangkan akresi adalah menambahnya suatu daratan. Teluk Sampit merupakan teluk yang cukup terkenal dengan abrasi yang besar pada Ujung Pandaran. Batimetri adalah ilmu yang mempelajari tentang kedalaman dan dan kontur pada dasar perairan.Kedalaman batimetri pada Teluk Sampit berkisar antara 1 – 18 meter kedalam. Kedalaman yang dalam ini dimanfaatkan untuk digunakan sebagai alur pelayaran kapal besar (Elok et.al 2015)

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Moh. Bagus Pamungkas
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords GARIS PANTAI; PEMETAAN BATIMETRI
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 17 Oct 2026 12:05
Last Modified 24 Oct 2026 17:15
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/26581

Actions (login required)

View Item
View Item