TRUNOJOYO-KP-20060-170331100043-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (330kB)
TRUNOJOYO-KP-20060-170331100043-Chapter I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (144kB)
TRUNOJOYO-KP-20060-170331100043-Chapter II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (374kB)
TRUNOJOYO-KP-20060-170331100043-Chapter III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (156kB)
TRUNOJOYO-KP-20060-170331100043-Chapter IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (371kB)
TRUNOJOYO-KP-20060-170331100043-Chapter V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (90kB)
TRUNOJOYO-KP-20060-170331100043-Referenses.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (85kB)
TRUNOJOYO-KP-20060-170331100043-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (167kB)
Abstract
Tanaman kopi merupakan salah satu komoditi yang banyak disukai dibandingkan komoditi yang lain. Indonesia sendiri banyak daerah yang sangat potensi untuk tanaman kopi, menurut Simanjuntak et al (2015), kesesuaian lahan yang potensial untuk ditanami tanaman kopi harus memiliki ketinggian tempat berkisar 500-600 m dpl dan tingkat kemiringan < 25% sehingga proses drainase dan airase berjalan dengan baik. Semakin tinggi tempat juga mempengaruhi kandungan kimia dalam tanah seperti pH, C organik, N total, Na, dan KTK. Tingginya tempat dan kandungan kimia tanah dapat mempengaruhi mutu biji fisik kopi itu sendiri (Supriadi et al, 2016).
Sejak tahun 1900 kopi robusta telah banyak tersebar di daerah tropis, salah satunya di Indosensia. Kopi robusta dapat tumbuh dengan baik dengan ketinggian sekitar 0-1000 mdpl. Secara umum ciri-ciri kopi robusta yaitu rasa yang lebih pahit, aroma yang dihasilkan khas manis, dan tekstur yang lebih kasar jika dibandingkan dengan kopi arabika (Anggara dan Marini, 2011) dalam (Sulistyaningtyas 2017). Sehingga porduktivitas kopi robusta harus tetap tinggi, menjaga produktivitas kopi robusta juga melihat faktor yang menjadi pengaruh yaitu seperti suhu, pertumbuhan tanaman, dan teknik budidaya kopi robusta (Prasetyo et al, 2017).
Meningkatnya bisnis kopi di tanah air juga berpengaruh terhadap tingkat konsumsi kopi mencapai 8%. Hal ini bisa dilihat dari tabel perkembangan konsumsi kopi di Indonesia dari tahun 2010 hingga tahun 2016 mengalami peningkatan. Peningkatan konsumsi kopi ini yang menjadi alasan dan daya tarik saya untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) di PT Perkebunan Nusantara XII.
PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) merupakan salah satu perusahan milik negara yang memiliki berbagai komoditas dan tersebar dipenjuru Indonesia, sepeti salah satunya adalah kopi. Kopi merupakan komoditas yang saat ini sangat populer dibangdingkan komoditas yang lain. PTPN XII Ngrangkah Pawon merupakan satu dari beberapa kebun milik PTPN XII yang bergerak pada produksi kopi. Kebun Ngrangkah Pawon memiliki area perkebunan kopi robusta yang sangat luas dengan tingkat produksi cukup tinggi.
Neraca massa merupakan cabang keilmuan yang mempeljari kesetimbangan massa dalam suatu sistem. Neraca massa pengolahan kopi ini merupakan topik (PKL) Praktik Kerja Lapang. Tujuan mengambil topik ini untuk mengetahui alur dan jumlah produksi kopi di PT Perkebunan Nusantara XII, Ngrangkah Pawon Kediri.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ABRORI ROMADHONI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | NERACA MASSA; PENGOLAHAN KOPI; ROBUSTA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 12:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:15 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/26570 |
