TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14457-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (89kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14457-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (663kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14457-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (224kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14457-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (505kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14457-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (193kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14457-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (87kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14457-CHAPTER 5 (CONCLUSION).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (275kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14457-LAIN-LAIN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (72kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14457-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (237kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan proses ta’aruf dalam membentuk keluarga dan menganalisis kelebihan serta kekurangan yang ada dalam proses ta’aruf. Metode penelitian yang digunakan yakni pendekatan kualitatif, informan terdiri dari dua orang warga Dusun Pakotem, Kota Sampang, yang menikah melalui proses ta’aruf. Data yang dikumpulkan menggunakan tehnik wawancara dan studi pustaka. Analisis data menggunakan metode tehnik reduksi data dan penyajian data menggunakan bahan referensi.
Pola Komunikasi Antar Pribadi pasangan yang menikah melalui ta’aruf adalah self disclosure dengan diperantarai oleh murobbi dengan memberikan biodata diri. Proses ta’aruf bermula dari pencocokan biodata dilanjutkan dengan pertemuan. Proses ta’aruf dilakukan dengan penuh pertimbangan misalnya pertimbangan kondisi keimanan, psikologi pasangan, pekerjaan, penghasilan, kesehatan, keluarga besar, dan lainnya.
Kelebihan dari proses ta’aruf ini adalah : (a) Proses ta’aruf sangat menjaga privasi pihak yang berta’aruf sehingga jika terjadi kegagalan dalam proses ta’aruf, tidak banyak diketahui orang sehingga pihak yang menikah melalui proses ta’aruf tidak malu, (b) Kriteria atau keinginan calon suami/istri bisa tercapai dengan melalui proses ta’aruf, (c) Proses Ta’aruf merupakan proses yang istimewa dan tidak membosankan karena setelah menikah pasangan tersebut akan merasakan yang namanya pacaran dengan yang halal. Kekurangan dari proses ta’aruf ini adalah : (a) Berkaitan dengan waktu yang digunakan dalam proses ta’aruf, (b) Proses perkenalan yang dilakukan oleh calon pasangan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IRA WIDIASTUTI |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Ta’aruf, Self Disclosure |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:45 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2654 |
