TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6060-abstrak.pdf
Download (99kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6060-coverr.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (374kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6060-090311100035_chapter1.pdf
Download (121kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6060-09031100035_chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (139kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6060-090311100035_chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (138kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6060-090311100035_chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (448kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6060-090311100035_conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (67kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6060-090311100035_references.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (113kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6060-090311100035_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (735kB)
Abstract
Sebagian lahan lahan kering di Madura memiliki tingkat kesuburan yang rendah dengan solum yang dangkal sehingga menjadi pembatas dalam pertumbuhan tanaman. Garut tanaman yang dapat tumbuh pada lahan kesuburan rendah. Varietas lokal dapat digunakan sebagai bahan tanaman yang baik karena telah beradaptasi pada kondisi yang ada. Demikian juga pemberian dosis pupuk kotoran sapi dan frekuensi pembumbunan diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah guna memperbaiki kondisi lingkungan tumbuh tanaman. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan produksi tiga kultivar garut yang ditanam di lahan kering dengan pemberian dosis pupuk kotoran sapi dan frekuensi pembumbunan yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan di BPP Kecamatan Banyuates, Sampang pada November 2013 sampai Juli 2014, menggunakan Rancangan Petak-Petak Terbagi (RPPT). Petak utama yaitu tiga kultivar Malang, Blitar,Madura. Anak petak tiga dosis pupuk kotoran sapi (20 ton/ha, 25 ton/ha, dan 30 ton/ha), anak-anak petak frekuensi pembumbunan (tanpa pembumbunan, 1x pembumbunan, dan 2x pembumbunan). Peubah yang diamati yaitu jumlah anakan, bobot kering tanaman, jumlah umbi per rumpun, bobot basah umbi per rumpun, kadar pati, kadar tepung, nitrogen tanaman, nitrogen tanah, C-organik tanah, berat volume tanah dan kadar air tanah. Hasil penelitian menunjukkan rataan tertinggi pada jumlah anakan pada kombinasi perlakuan V3S2P2 , rataan tertinggi bobot kering tanaman pada kombinasi perlakuan V3S3P2, rataan tertinggi jumlah umbi per rumpun pada kombinasi perlakuan V3S3P2, rataan tertinggi bobot basah umbi pada perlakuan V3S3P2, kadar pati tertinggi pada perlakuanV3S3P1, kadar tepung tertinggi pada kombinasi perlakuan V3S2P1 .
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM TRI WAHYUNINGTIAS |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | arrowroot;cultivars;cow manure;shaded;dry land |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:45 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2651 |
