TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39062-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (437kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39062-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (295kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39062-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (152kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39062-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (450kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39062-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (318kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39062-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (720kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39062-Abstract.pdf
Download (263kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39062-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39062-Chapter1.pdf
Download (295kB)
Abstract
Kegiatan pendakian gunung selama ini identik dengan citra maskulin yang menempatkan laki-laki sebagai subjek utama, sementara perempuan sering diposisikan sebagai pihak yang lemah dan kurang kompeten dalam pendakian gunung. Meskipun partisipasi perempuan dalam pendakian gunung semakin meningkat, stereotipe gender masih memengaruhi relasi sosial, pembagian peran, serta pengakuan terhadap kemampuan perempuan pendaki. Kondisi tersebut mendorong perempuan pendaki gunung untuk melakukan berbagai upaya dalam negosiasi identitas gender mereka agar dapat diterima dan diakui dalam komunitas yang didominasi oleh laki-laki pada komunitas Lagidigunung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dan bentuk negosiasi identitas gender yang dialami oleh perempuan pendaki gunung dalam komunitas pendaki gunung Lagidigunung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap anggota perempuan komunitas Lagidigunung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori negosiasi identitas Stella Ting-Toomey untuk memahami dinamika komunikasi, strategi facework, serta bentuk adaptasi identitas yang dilakukan oleh perempuan pendaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pendaki gunung di komunitas Lagidigunung melakukan negosiasi identitas melalui pengakuan kapasitas fisik, penyesuaian posisi dan ritme, penerimaan peran tertentu, dan menjadi pengelola tanggung jawab sosial. Proses negosiasi identitas ini tidak hanya bertujuan mempertahankan identitas gender perempuan, tetapi juga membangun pengakuan sosial berbasis kemampuan dan kontribusi, bukan jenis kelamin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas Lagidigunung berperan sebagai ruang sosial yang responsif terhadap perbedaan gender, sehingga terjadinya kesetaraan gender melalui proses negosiasi identitas yang dilakukan oleh perempuan pendaki gunung pada komunitas Lagidigunung.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IRDA HILYATUZ ZAKIYAH |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Negosiasi Identitas; Gender; Perempuan Pendaki Gunung; Komunitas Lagidigunung |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 11:29 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:15 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/26436 |
