TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39027-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (263kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39027-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39027-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (252kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39027-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (335kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39027-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (911kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39027-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (357kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39027-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39027-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (197kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39027-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (221kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39027-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
ABSTRAKrnMAT ROMLI. 200521100157. 2025. Program Studi Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya. Universitas Trunojoyo Madura. Skripsi ini mengangkat judul Konstruksi Sosial Kematian Dalam Masyarakat Madura (Studi Kasus Desa Lembung Gunong Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan Madura)rn Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses konstruksi sosial terhadap kematian pada masyarakat Madura, khususnya di Desa Lembung Gunong Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana masyarakat memaknai kematian, membentuk ritual, serta melestarikan tradisi pemakaman secara turun-temurun. Teori yang digunakan adalah teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang meliputi tiga tahapan: eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi.rn Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan enam informan kunci tokoh agama, tokoh adat, keluarga duka, pemuda desa, perempuan lokal, dan warga biasa serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik.rn Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial kematian di Desa Lembung Gunong terwujud melalui rangkaian tradisi yang sarat nilai gotong royong dan religius, antara lain pengumuman jenazah, memandikan dan mengkafani, sholat jenazah, tahlilan, hingga ritual khusus seperti plolosen, rasol, bherkat, nyelase, dan penyembelihan sapi (nyambelli sapeh). Pada tahap eksternalisasi, masyarakat mengekspresikan keyakinan akan pentingnya doa dan sedekah bagi arwah melalui penciptaan ritual-ritual tersebut. Objektivasi tampak ketika praktik itu diterima sebagai kewajiban kolektif dan dianggap “sudah seharusnya” dijalankan. Internalisasi terjadi ketika generasi muda menyerap nilai solidaritas, religiusitas, dan kearifan lokal sehingga tradisi tetap lestari meskipun menghadapi modernisasi.rn Penelitian ini menyimpulkan bahwa konstruksi sosial kematian tidak hanya merefleksikan ajaran agama Islam, tetapi juga menguatkan solidaritas sosial, memperkokoh identitas budaya Madura, dan menjadi sarana pelestarian kearifan lokal.rnKata kunci: konstruksi sosial, kematian, tradisi Madura.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MAT ROMLI |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | konstruksi sosial, kematian, tradisi Madura. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 10:50 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:15 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/26287 |
