TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38994-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (184kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38994-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (219kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38994-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (381kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38994-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (260kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38994-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (494kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38994-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (671kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38994-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (185kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38994-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (199kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38994-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (889kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38994-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang kehilangan figur ayah menciptakan pengalaman sosial dan emosional yang membentuk cara mahasiswa fatherless memandang hubungan serta menentukan konsep pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa fatherless di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunodjoyo Madura dalam menentukan konsep pernikahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dimana memahami pengalaman seseorang melalui data seperti hasil wawancara dan pengamatan, bukan melalui angka. Pendekatan yang digunakan yakni fenomenologi. Teori yang digunakan adalah fenomenologi Alfred Schutz, yang menekankan pada bagaimana individu membangun makna melalui lebenswelt, motivasi dan tindakan sosial, serta tipifikasi dan stock of knowledge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa fatherless memaknai pernikahan bukan hanya sebagai institusi sosial, tetapi juga sebagai ruang untuk menemukan keseimbangan emosional, rasa aman, dan tanggung jawab. Mahasiswa laki-laki fatherless menempatkan pernikahan sebagai bentuk kedewasaan dan kesiapan moral, sementara mahasiswa perempuan fatherless melihatnya sebagai sarana memperoleh kasih sayang dan perlindungan yang hilang sejak kecil. Dengan demikian, pengalaman kehilangan ayah menjadi dasar pembentukan makna dan refleksi diri dalam menyusun konsep pernikahan yang lebih matang, sadar, dan berorientasi pada keseimbangan emosional serta sosial.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LUKITA ARIATNA SARI |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | fatherless;fenomenologi;makna pengalaman;konsep pernikahan;mahasiswa |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 10:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:15 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/26146 |
