TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38984-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38984-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38984-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (316kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38984-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (172kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38984-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (35kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38984-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (138kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38984-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38984-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (12kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38984-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (127kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38984-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (456kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik cyberbullying pada akun Instagram @aurelie.hermansyah dengan menggunakan perspektif teori Banality of Evil Hannah Arendt. Fenomena cyberbullying di media sosial kerap dipandang sebagai tindakan individual yang disengaja, padahal dalam praktiknya sering berlangsung secara berulang, masif dan diterima sebagai sesuatu yang wajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual untuk memahami pola interaksi, makna, serta konteks sosial dari komentar-komentar negatif yang muncul. Data diperoleh melalui observasi partisipatif pada kolom komentar Instagram, dokumentasi tangkapan layar komentar, serta wawancara mendalam dengan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan cyberbullying tidak selalu didorong oleh niat jahat personal melainkan oleh thoughtlessness (ketidakmampuan berpikir), praktik ikut ikutan, anonimitas akun, serta normalisasi komentar negatif yang terus direproduksi dalam ruang digital. Dalam kerangka Banality of Evil tindakan cyberbullying dipahami sebagai kejahatan yang menjadi banal karena dilakukan secara rutin tanpa refleksi moral, dilepaskan dari rasa tanggung jawab individu, dan diterima sebagai bagian dari budaya interaksi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan sebagai sistem yang memungkinkan dan memperkuat banalitas kejahatan, sehingga cyberbullying merupakan bentuk kejahatan banal yang tumbuh dalam budaya interaksi digital sehari-hari. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam kajian komunikasi digital serta menjadi dasar refleksi kritis terhadap etika bermedia sosial. Kata kunci: cyberbullying, banality of evil, thoughtlessness, Instagram, etnografi virtual
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FAIZATUN NISA |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Cyberbullying;Banality of evil;Thoughtlessness;Instagram;etnografi virtual |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 10:02 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:15 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/26099 |
