TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38941-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (417kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38941-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (583kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38941-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (602kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38941-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (526kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38941-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (420kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38941-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (893kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38941-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (386kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38941-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (351kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38941-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38941-farhan reza-cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan representasi aktor sosial serta penggunaan strategi whataboutism dalam konten TikTok Ali Hamza. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis. Subjek pada penelitian ini adalah vidio yang diupload oleh Ali Hamza, Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis) model Theo van Leeuwen, dengan piasu analisis strategi representasi aktor sosial melalui mekanisme inclusion dan exclusion, sedangkan Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa representasi aktor dengan strategi inclusionnya menampilkan perbandingan antara oposisi dan pemerintah dalam menonjolkan perbedaan peristiwa (diferensiasi-indiferensiasi), menampilkan penggunaan angka yang tidak jelas sebagai upaya pengaburan makna (objektivasi-abstraksi), menampilkan pelabelan negatif terhadap aktor dan kelompok dalam narasi konten (nominasi-kategorisasi), menampilkan anak kalimat untuk mengunci identitas aktor (nominalisasi-identifikasi), menampilkan penyebutan aktor secara tidak spesifik dalam membangun kesan umum (determinasi-indeterminasi), menampilkan penyamarataan kesalahan individu menjadi kesalahan kelompok (asimilasi-individualisasi), strategi exclusion untuk menghapus tanggung jawab sosial (pasivasi, nominasi, dan pengganti anak kalimat). Strategi whataboutism digunakan untuk menampilkan ketidakkonsistenan moral dan memaparkan disintegrasi aktor sosial pihak pengkritik. Temuan ini menegaskan bahwa whataboutism berfungsi sebagai strategi manipulasi wacana yang efektif dalam membentuk opini publik pada komunikasi politik digital berbasis algoritma.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FARHAN REZA ARDIANSYAH |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | REPRESENTASI AKTOR SOSIAL;WHATABOUTISM;TIKTOK |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 09:16 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25926 |
