TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29577-190421100045_TEKNIK INDUSTRI_ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (338kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29577-190421100045_TEKNIK INDUSTRI_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (840kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29577-190421100045_TEKNIK INDUSTRI_CHAPTER1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (405kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29577-190421100045_TEKNIK INDUSTRI_CHAPTER2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (551kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29577-190421100045_TEKNIK INDUSTRI_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (370kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29577-190421100045_TEKNIK INDUSTRI_CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (450kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29577-190421100045_TEKNIK INDUSTRI_CONCLUTION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (281kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29577-190421100045_TEKNIK INDUSTRI_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (406kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29577-190421100045_TEKNIK INDUSTRI_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
PT. Terminal Teluk Lamong merupakan perusahaan jasa penyedia ataupun pelayanan dermaga untuk bertambat. Kegiatan ini dilakukan 24 jam full apabila ada kapal yang bertambat untuk melakukan bongkar muat peti kemas. Alat yang digunakan untuk pengoperasional perusahaan di dermaga yaitu salah satunya adalah alat crane yaitu Ship To Shore (STS). Perusahaan memiliki 10 alat STS yang terbagi menjadi 5 STS Internasional dan 5 STS Domestik. Alat ini merupakan salah satu alat penunjang kelancaran operasional perusahaan. Penunjang sebuah kegiatan operasional perusahaan yaitu dengan memperhatikan alat dan mesin telah beroperasi sesuai dengan fungsinya dan berjalan dengan baik. Namun, perusahaan mengalami permasalahan dengan tingginya waktu downtime yang dihasilkan oleh alat STS ini. Waktu downtime yang dihasilkan oleh alat ini sebanyak 752 kali dalam kurun waktu 1,5 tahun. Frekuensi kerusakan paling banyak yaitu dihasilkan oleh alat crane STS 01 Internasional sebanyak 101 kali dalam kurun waktu 1,5 tahun dimulai dari bulan Januari 2022 hingga Juni 2023. Sistem perawatan yang digunakan oleh perusahaan yaitu preventive maintenance, namun perawatan ini kurang optimal dikarenakan pergantian dibeberapa komponen ini mengalami pergantian berulang kali tanpa tau kapan komponen ini diganti. Metode yang diterapkan ini untuk mengatasi permasalahan yaitu dengan Reliability Centered Maintenance (RCM) dengan menentukan interval perawatan yang didasarkan dari rata-rata waktu kerusakan komponen yang dihasilkan agar lebih efektif. Hasil dari perawatan RCM didapatkan 2 komponen kritis berdasarkan analisa menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Logic Tree Analysis (LTA) diperoleh 1 komponen menggunakan jenis perawatan scheduled on condition task dan 1 mendapatkan jenis perawatan schedule on discard task. Interval perawatan yang didasarkan dengan metode RCM dihasilkan komponen wire rope mendapatkan perawatan setiap 1426 jam.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM PUTRI THALITA ZHAFIRA |
| Department | Industri |
| Uncontrolled Keywords | Reliability Centered Maintenance, downtime, Failure Mode and Effect Analysis, Perawatan |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Industri |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 09:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25910 |
