TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38934-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (125kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38934-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (438kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38934-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (234kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38934-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (387kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38934-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38934-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (221kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38934-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (249kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38934-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (146kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38934-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38934-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (92kB)
Abstract
ABSTRAKrnPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji posisi dan peran perempuan Madura dalam tradisi carok di Desa Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, yang selama ini dilekatkan dengan konflik kehormatan dan kekerasan berbasis budaya. Dalam konstruksi budaya Madura, perempuan kerap diposisikan sebagai simbol kehormatan keluarga yang dijadikan legitimasi terjadinya carok, meskipun mereka tidak terlibat secara langsung dalam praktik kekerasan tersebut. Penelitian ini berupaya membongkar makna kehormatan dan relasi gender yang bekerja di balik tradisi carok dengan menempatkan pengalaman perempuan sebagai fokus analisis.rnPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap perempuan yang memiliki keterkaitan dengan praktik carok, tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, serta masyarakat setempat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori dekonstruksi Jacques Derrida untuk membongkar makna dominan dan oposisi biner dalam konstruksi kehormatan yang menempatkan laki-laki sebagai subjek dan perempuan sebagai objek simbolik.rn Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Madura berada dalam posisi yang ambivalen. Di satu sisi, perempuan dibatasi oleh struktur patriarki dan relasi kuasa laki-laki dalam pengambilan keputusan keluarga dan sosial. Di sisi lain, perempuan memiliki peran penting dalam meredam konflik melalui strategi non-konfrontatif, seperti pendekatan emosional, mediasi keluarga, serta penguatan nilai persaudaraan. Selain itu, tradisi carok menimbulkan dampak sosial dan psikologis bagi perempuan, antara lain stigma sosial, tekanan mental, serta beban ekonomi ketika anggota keluarga laki-laki terlibat konflik. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun makna kehormatan masih didominasi oleh perspektif laki-laki, terdapat ruang dekonstruksi yang memungkinkan perempuan tampil sebagai agen sosial dalam pencegahan konflik.rn Kata kunci: perempuan Madura, carok, kehormatan, dekonstruksi, relasi gender, Desa Robatal.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SHERLY NOVITA SARI |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Kata kunci: perempuan Madura, carok, kehormatan, dekonstruksi, relasi gender, Desa Robatal. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 09:10 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25902 |
