TEKNIK PEMELIHARAAN PADA BUDIDAYA JAMBU BIJI PINK GUAVA (Psidium guajava L.) DI PT. KUSUMA DINASASRI WISATAJAYA BATU MALANG JAWA TIMUR

Rizkyawan Sandika Bayu (2020) TEKNIK PEMELIHARAAN PADA BUDIDAYA JAMBU BIJI PINK GUAVA (Psidium guajava L.) DI PT. KUSUMA DINASASRI WISATAJAYA BATU MALANG JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-19876-1703111100066-PKL BAYU.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-19876-1703111100066-PKL BAYU.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (846kB)

Abstract

Jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu tanaman produk hortikultura yang tergolong tanaman bukan asli dari Indonesia. Tanaman ini pertama kali ditemukan di Amerika Tengah dan telah menyebar di beberapa Negara seperti Thailand, Taiwan, Jepang, Malaysia, Australia, dan Indonesia. Hingga saat ini di Indonesia jambu biji telah banyak dibudidayakan dan menyebar di daerah-daerah Jawa (Winarso, 2009).
Buah jambu biji mempunyai banyak kandungan gizi seperti kalsium, mineral, fosfor, zat besi dan protein serta memiliki beberapa vitamin yang banyak diperlukan tubuh seperti vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B6. Hasil penelitian ahli gizi Indonesia Samuel Oetro memperlihatkan bahwa jambu biji mengandung vitamin C empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan buah jeruk yang selama ini diidentifikasikan sebagai sumber vitamin C yang bermafaat sebagai antioksidan dan meningkatkan system kekebalan tubuh (Wayan, 2013). Kandungan dalam 100 g buah jambu biji masak mengandung 87,00 mg vitamin C dan 86,00 mg air. Kandungan vitamin dan mineral baik bagi tubuh.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi buah menjadikan permintaan jambu biji meningkat. Disamping itu, adanya kebijakan pemerintah
tentang pembatasan import buah yang diatur dalam peraturan Mentri Perdagangan Nomor 60 tahun 2012 tentang ketentuan import produk hortikultura. Hal tersebut menyebabkan permintaan buah lokal semakin meningkat (Zaubin, 2002).
Budidaya jambu biji di Indonesia baru mempunyai total luas lahan berkisar 14.203 ha dengan produksi 937,412 ton/tahun (BPS, 2012). Tanaman jambu biji sangat mudah dibudidayakan, sehingga dengan cepat berkembang di berbagai tempat. Mudahnya membudidayakan tanaman jambu biji dapat menjadi alternatif budidaya dalam memanfaatkan lahan pekarangan, sebagaimana sedang digiatkan oleh Kementrian Pertanian melaui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KPRL), sehingga dari lahan pekarangan dapat memberikan sumbangsih bagi penghasilan keluarga petani.
Salah satu penyebab lambatnya perkembangan budidaya jambu biji berdaging merah ialah tidak tersedianya bibit unggul dengan kondisi baik. Selain itu, perawatan atau pemeliharaan yang tidak maksimal sehingga menghasilkan tanaman yang produktifitasnya rendah. Faktor pemeliharaan yang mepengaruhi produksi salah satunya adalah pengairan, pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama penyakit dan lain sebagainya.
Jambu pink guava merupakan persilangan jambu merah getas dengan jambu lokal yang menghasilkan jambu dengan daging buah berwarna merah muda. Jambu biji jenis ini memiliki potensi potensi pasar yang cukup besar apabila dipelajari lebih dalam mengenai keunggulan dan manfaat serta budidaya dan perawatannya agar hasil produksi yang dicapai dapat optimal. Untuk meningkatkan hasil produksi dapat dilakukan dengan cara pemeliharaan yang meliputi pengairan, pemupukan, pemangkasan, penjarangan buah dan pengendalian hama penyakit.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Rizkyawan Sandika Bayu
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords BUDIDAYA; JAMBU BIJI; PINK GUAVA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 17 Oct 2026 09:09
Last Modified 24 Oct 2026 17:14
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25899

Actions (login required)

View Item
View Item