TRUNOJOYO-KP-19821-160311100020-PKL-Achmad Risky Saputra-160311100020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Praktek Kerja Lapang adalah salah satu bentuk emplementasi secara
sistematis dan sinkron antara program pendidikan dengan program penguasaan
keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia kerja
untuk mencapai tingkat keahlian tertentu. Di samping dunia usaha, Praktek Kerja
Lapang (PKL) dapat memberikan keuntungan pada pelaksanaan itu sendiri yaitu
perguruan tinggi, karena keahlian yang tidak diajarkan di perguruan tinggi bisa
didapat di dunia usaha, sehingga dengan adanya Praktek Kerja Lapang (PKL)
dapat meningkatkan mutu dan relevensi pendidikan yang dapat diarahkan untuk
mengembangkan suatu sistem yang mantap antara dunia kerja dan dunia usaha.
Selain sebagai salah satu syarat tugas akhir Praktek Kerja Lapang (PKL), Praktek
Kerja Lapang (PKL) juga sebagai kegiatan mahasiswa untuk mencari
pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.
Mangga yang berkembang di Indonesia berasal dari India pertama kali
ditemukan oleh Alexander Agung di lembah Indus, India. Kata mangga berasal
dari bahasa Tamil, yaitu mangas atau man-kay. Mangga disebut Mangifera indica
L. dalam bahasa Botani yang berarti tanaman mangga berasal dari India. aMangga
merupakan salah satu komoditas unggulan nasional. Pengembangan buah-buahan
di Indonesia bertujuan untuk membatasi impor dan meningkatkan ekspor buah,
khususnya ekspor buah tropika (Dirjen Hortikultura, 2014 dalam Karsinah 2015).
Dalam mendukung pengembangan varietas unggul mangga diperlukan penyediaan
benih bermutu dalam jumlah banyak dan tepat waktu. Penyediaan benih mangga
biasanya perbanyakannya dilakukan dengan cara sambung pucuk (shoot grafting)
dan okulasi (budding). Teknik perbanyakan dengan cara sambung pucuk dan
okulasi merupakan teknik perbanyakan batang bawah yang dipadukan dengan
batang atas. Batang bawah yang digunakan biasanya berasal dari biji (Karsinah,
2015). Sambung pucuk atau grafing dilakukan dengan menyambung batang
bawah dengan batang atas berupa pucuk (entres) yang berasal dari pohon induk
varietas unggul sehingga sambungan ini bersama-sama membentuk individu baru.
Kebun Percobaan Cukurgondang Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan,
Jawa Timur memiliki luas lahan 13,02 ha dengan koleksi tanaman mangga sejumlah 208 varietas (298 klon). Mengingat potensinya yang cukup
besar,Direktorat Budidaya Tanaman Buah telah menetapkan pada tahun 2010
diharapkan luas panen mangga mencapai 291.246 ha dengan tingkat produktivitas
10,6 ton/ha dan tercapainya kuota ekspor sebesar 64.000 ton (BPTP Jatim, 2006).
Kebun Percobaan Cukurgondang hingga saat ini koleksi plasma nutfa mangga
berjumlah 208 varietas (298 klon/aksesi) dengan jumlah tanaman 1148 pohon
yang berasal dari dalam negeridan hasil introduksi dari luar negeri. Penempatan
mahasiswa PKL pada Kebun Percobaan Cukurgondang diharapkan dapat
menambah kreativitas dan pengetahuan tentang teknik pembibitan mangga yang
dilakukan di Kebun Percobaan Cukurgondang Pasuruan dengan tujuan dari
kegiatan seleksi dan karakterisasi telah diperoleh beberapa varietas unggul yang
telah dilepas dan beberapa klon harapan yang mempunyai prospek ekonomi yang
cukup tinggi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ACHMAD RISKY SAPUTRA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA; MANGGA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 08:25 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25723 |
