TRUNOJOYO-KP-19819-170311100001-LAPORAN PKL-NUR ALFI K-170311100001.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (944kB)
Abstract
Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura memiliki tujuan untuk
menghasilkan lulusan yang handal mengenai berbagai pekerjaan terutama yang
berhubungan dengan sektor pertanian baik dari segi teknologi budidaya,
pengendalian hama penyakit, penanganan panen dan pasca panen serta industri
pertanian dalam melaksanakan program Strata-1. Sebagai salah satu lembaga
pendidikan tinggi yang didukung oleh pemerintah, Fakultas Pertanian Universitas
Trunojoyo Madura mempunyai peran yang penting dan berkewajiban untuk
membentuk serta mengolah generasi muda anak bangsa khususnya dalam sektor
penanganan panen dan pasca panen. Untuk mendukung hal tersebut, mahasiswa
harus mengenal dan mengetahui keadaan yang nyata tentang kondisi dalam ruang
lingkup dunia kerja, sehingga setelah lulus sudah siap untuk terjun ke dunia kerja
langsung.
Mentimun, timun, ketimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu
sayuran buah yang sangat populer dan digemari oleh masyarakat sehingga
dibudidayakan secara komersial oleh petani di Indonesia. Tanaman mentimun
khususnya mentimun hibrida memiliki daya adaptasi yang luas dari dataran
rendah hingga dataran tinggi. Mentimun juga dapat digunakan di berbagai
hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak
didalamnya sehingga berfungsi menyejukkan dan menyegarkan (Ardian 2016).
Mentimun juga mengandung asam malonat yang berfungsi menekan gula darah
badan agar tidak berubah menjadi lemak, sehingga sangat baik untuk menurunkan
berat badan.
Benih merupakan awal dari suatu kehidupan tanaman. Dalam suatu sistem
budidaya benih memegang peranan yang sangat penting. Benih bermutu
merupakan faktor utama suksesnya produksi dibidang pertanian. Sarana produksi
lain seperti pupuk, pestisida, zat pengatur tumbuh, dan cara budidaya yang baik
tidak akan meberikan hasil yang baik apabila benih yang digunakan tidak bermutu
karena pada akhirnya benih tersebut tidak dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan budidayanya (Surtiningsih et al. 2009). Sedangkan benih yang
bermutu akan menghasilkan produksi yang tinggi dan produk yang berkualitas.
Panen merupakan kegiatan mengumpulkan hasil usaha tani dari lahan
budidaya. Sedangkan penanganan pasca panen dapat diartikan sebagai upaya
strategis dalam rangka mendukung peningkatan produksi hasil panen. Kedua
aspek ini sangat penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kriteria panen
dapat dilihat dalam beberapa cara, diantaranya secara visual, fisik, komputasi
(menghitung umur tanaman), dan juga secara kimia. Tahapan pascapanen
melewati beberapa tahapan yaitu ekstraksi benih, fermentasi, pencucian,
pengeringan dan sortasi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NUR ALFI KOMARIYA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PEMANENAN; PASCAPANEN; MENTIMUN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 08:25 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25721 |
