TRUNOJOYO-KP-19816-170311100022-PKL_Alfin Nabila_170311100022.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Edamame merupakan kedelai hijau dengan kandungan protein nabati yang
tinggi dan memiliki beragam khasiat bagi orang yang mengkonsumsinya. Salah
satu konsumen edamame terbesar adalah Jepang, Jepang merupakan konsumen
sekaligus target utama pemasaran produk edamame, baik dalam bentuk segar
maupun beku. Menurut Soewanto (2016), total kebutuhan edamame beku di
Jepang berkisar antara 150.000 – 160.000 ton/tahun, sehingga kekurangannya
sekitar 70.000 ton diimpor dari negara produsen edamame. Salah satu negara
pengekspor edamame ke Jepang adalah Indonesia.
Kabupaten Jember di Jawa Timur merupakan salah satu penghasil
edamame terbesar di Indonesia yang diproduksi oleh PT. Mitratani Dua Tujuh. PT.
Mitratani Dua Tujuh merupakan salah satu perusahaan yang memperoduksi
edamame dengan pemasaran secara ekspor dan lokal. Perusahaan ini bergerak di
bidang agroindustri dengan produk berupa frozen vegetables termasuk diantaranya
frozen edamame. Permintaan pasar Jepang terhadap edamame dapat mencapai
100.000 ton/tahun. Namun PT. Mitrtani Dua Tujuh hanya mampu memasok
sekitar 5.000 hingga 7.000 ton/tahun. Sehingga terdapat peluang besar bagi
perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ekspor edamame ke
Jepang.
Peningkatan kapasitas produksi edamame dilakukan dengan berbagai
upaya, salah satunya penanganan pasca panen. Menurut Mutiarawati (2009),
pasca panen diartikan sebagai berbagai tindakan atau perlakuan yang diberikan
pada hasil pertanian setelah panen sampai komoditas berada di tangan konsumen.
Penanganan pasca panen bertujuan agar hasil tanaman tersebut dalam kondisi baik
dan sesuai/tepat untuk dapat segera dikonsumsi atau untuk bahan baku
pengolahan. Kehilangan pada proses pasca panen berpotensi mempengaruhi target
produksi, sehingga penanganan pasca panen perlu dilakukan untuk menekan
jumlah kehilangan yang terjadi.
Salah satu kendala yang dialami perusahaan adalah ketidakstabilan jumlah
produksi edamame yang berdampak terhadap target produksi, khususnya target produksi edamame ekspor. Perusahaan mengeluhkan adanya indikasi kehilangan
pada proses pasca panen edamame. Kehilangan yang dimaksud adalah edamame
dengan kualitas ekspor yang ikut terkelompokkan ke dalam produk edamame
lokal. Resiko kehilangan tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada
produktivitas perusahaan, terutama pada produktivitas edamame ekspor yang
merupakan produk utama perusahaan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penanganan
pasca panen yang tepat untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menekan
angka kehilangan hasil panen pada produksi edamame.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALFIN NABILA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PASCA PANEN; EDAMAME |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 08:24 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25717 |
