TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38886-Abstract.pdf
Download (112kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38886-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (830kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38886-Chapter1.pdf
Download (59kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38886-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (153kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38886-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (55kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38886-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (250kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38886-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38886-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (48kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38886-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (184kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38886-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) merupakan upaya penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan kualitas lahan. Namun, pada praktiknya petani di Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, masih belum sepenuhnya menerapkan GAP secara optimal, karena budidaya jagung dan cabai masih banyak dilakukan secara tradisional dan turun-temurun. Kondisi ini mendorong perlunya kajian untuk mengetahui sejauh mana tingkat penerapan GAP serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat penerapan GAP pada budidaya jagung dan cabai serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapannya. Penelitian dilaksanakan pada Juni–November 2025 dengan melibatkan 60 petani responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner berdasarkan indikator GAP sesuai Permentan No. 48 Tahun 2006 dan Permentan No. 22 Tahun 2021, kemudian dianalisis menggunakan skoring skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GAP pada budidaya jagung sebesar 71% dan cabai sebesar 69%, keduanya berada pada kategori cukup. Aspek pemilihan lokasi dan lahan memiliki tingkat penerapan tertinggi, sedangkan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan aspek terendah. Faktor yang paling berpengaruh terhadap penerapan GAP adalah keaktifan kelompok tani, serta tingkat pendidikan pada budidaya cabai. Penerapan GAP yang lebih baik juga berkontribusi terhadap kondisi lahan yang lebih sehat, ditunjukkan oleh kestabilan pH tanah. Oleh karena itu, penguatan peran kelompok tani dan peningkatan kapasitas petani menjadi kunci dalam mendorong penerapan GAP yang lebih optimal dan berkelanjutan.
| Item Type | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Thesis Type | S2 |
| Creators | Creators NIM SITI LAILATUL MUFIDA HALIDA |
| Department | S2 PSDA |
| Uncontrolled Keywords | Good Agricultural Practices (GAP); Budidaya Jagung, Budidaya Cabai; Tingkat Penerapan GAP; Keberlanjutan Lingkungan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S2 - PSDA |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 08:20 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25696 |
