TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38849-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (134kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38849-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (894kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38849-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (185kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38849-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (362kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38849-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (195kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38849-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (316kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38849-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (780kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38849-Chapter6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (207kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38849-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (138kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38849-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (236kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38849-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (790kB)
Abstract
Permasalahan penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa praktik akuntansi tidak hanya berkembang dalam sistem formal modern, tetapi juga hidup dalam tradisi budaya masyarakat. Tradisi peccotan pada pernikahan adat Madura menunjukkan adanya praktik pengelolaan, pencatatan, dan pertanggungjawaban sumbangan yang menyerupai mekanisme utang-piutang dalam akuntansi. Namun, praktik ini masih jarang dikaji secara mendalam, khususnya dalam kaitannya dengan standar akuntansi formal seperti PSAK 71. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pemahaman praktik akuntansi berbasis kearifan lokal dalam tradisi peccotan, nilai-nilai budaya yang melandasinya, serta relevansinya dengan konsep pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan instrumen keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik akuntansi dalam tradisi peccotan, menggali makna sosial dan nilai budaya yang melekat dalam sistem pencatatannya, serta menelaah kesesuaiannya dengan konsep pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan PSAK 71. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fenomenologi deskriptif untuk menangkap pengalaman, makna, dan praktik yang dijalankan oleh masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi peccotan merepresentasikan praktik akuntansi tradisional yang berfungsi tidak hanya sebagai dokumentasi ekonomi, tetapi juga sebagai mekanisme sosial untuk menjaga hubungan, memperkuat solidaritas, dan menegaskan tanggung jawab moral di masa depan. Praktik ini memiliki keselarasan konseptual dengan prinsip PSAK 71, meskipun dijalankan secara informal dan berbasis nilai budaya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NABILLA RIVANTI |
| Department | Akuntansi |
| Uncontrolled Keywords | Akuntansi Budaya, Tradisi Peccotan, Pernikahan Adat Madura, Fenomenologi, PSAK 71 |
| Divisions | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 - Akuntansi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 07:47 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25576 |
