TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38809-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (348kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38809-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38809-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (437kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38809-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (604kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38809-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (894kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38809-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38809-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (424kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38809-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (504kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38809-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Penyakit kuning pada cabai (Capsicum annuum) merupakan salah satu hambatan utama dalam produksi, yang utamanya disebabkan oleh transmisi virus melalui vektor kutu kebul (Bemisia tabaci). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas senyawa induksi ketahanan sistemik berupa Pseudomonas fluorescens, ekstrak daun bunga pagoda (Clerodendrum paniculatum), dan Salicylic acid, serta interaksinya dengan beberapa varietas cabai terhadap respons pertumbuhan dan ketahanan tanaman. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor, yaitu varietas (Kara, Mustika, Shypon, Tumpuk Jepang, dan Ori 212) dan jenis induksi ketahanan (Kontrol, Carborundum, Ekstrak Pagoda, P. fluorescens, dan Salicylic acid). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan induksi belum memberikan pengaruh signifikan dalam menekan perkembangan penyakit, sebagaimana terlihat dari nilai insidensi, intensitas, dan AUDPC yang relatif seragam antar perlakuan. Faktor varietas memiliki pengaruh lebih dominan, di mana varietas Mustika menunjukkan ketahanan tertinggi dan Tumpuk Jepang paling rentan, sejalan dengan variasi populasi kutu kebul. Secara umum, perlakuan induksi juga tidak berdampak nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan dan fisiologi, meskipun Pseudomonas fluorescens cenderung meningkatkan ketebalan daun dan performa awal vegetatif. Beberapa kombinasi spesifik varietas dan induksi ketahanan, seperti Kara– Salicylic acid dan Kara–Ekstrak Pagoda, meningkatkan tinggi dan luas daun awal, sementara Tumpuk Jepang–Carborundum meningkatkan jumlah bunga. Hasil analisis lanjut menunjukkan bahwa populasi kutu kebul memiliki korelasi sangat kuat dan signifikan terhadap nilai AUDPC, menjadikannya faktor penentu utama keparahan penyakit. Faktor fisiologis seperti kadar gula (TSS) dan kandungan klorofil daun menunjukkan hubungan negatif signifikan terhadap AUDPC, menunjukkan perannya dalam ketahanan tanaman. Sementara itu, kerapatan stomata atas dan bawah juga berkorelasi negatif dengan AUDPC, sedangkan ukuran stomata atas berkorelasi positif, yang mengindikasikan bahwa karakter morfologi daun turut memengaruhi dinamika penyebaran penyakit kuning pada cabai.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOCHAMAD FAHMI ARIFUDDIN |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Capsicum annuum, ketahanan sistemik terinduksi, Kutu Kebul, Pseudomonas fluorescens, Salicylic acid, Clerodendrum paniculatum, Carborundum, penyakit kuning |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 07:06 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25418 |
