TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29455-160111100249_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (65kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29455-160111100249_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29455-160111100249_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (179kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29455-160111100249_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (237kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29455-160111100249_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (192kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29455-160111100249_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (36kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29455-160111100249_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (150kB)
Abstract
ABSTRAKrnHibah dapat diartikan sebagai suatu pemberian atau hadiah yang dilakukan dengan sukarela. Pemberian hibah dapat diberikan kepada perseorangan ataupun kepada suatu kelompok. Hibah salah satu wadah dalam merealisasikan harta untuk menjalin hubungan dengan sesama manusia serta mengembangkan dan membangun lembaga-lembaga sosial dalam pembangunan sosial. Namun dalam prakteknya, pemberian hibah sering disalahgunakan oleh penerima hibah. Salah satunya permasalahan mengenai penerima hibah yang menjual tanah hibah untuk kepentiangan pribadinya. Padahal pemberi hibah menghibahkan tanahnya dengan maksud dan tujuan untuk pendirian bangunan yayasan. Terdapat dua permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu apakah sah jual beli tanah hibah oleh ketua yayasan dan upaya hukum yayasan dalam mempertahankan tanah hibah yang diperuntukkan untuk yayasan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian hukum normatif (Normative Legal Research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara melakukan pengkajian perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) yaitu dengan menelaah semua undang-undang dan regulasi yang bersangkut paut dengan isu hukum yang sedang ditangani. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap permasalahan tersebut, keabsahan jual beli tanah hibah oleh ketua yayasan dapat diakatakan tidak sah dan batal demi hukum karena tidak terpenuhinya syarat sahnya perjanjian pasal 1320 Kitab Undang-undang Hukum Perdata mengenai syarat objektif mencakup suatu sebab yang halal. Adapun upaya hukum yayasan dalam mempertahankan tanah hibah ialah dengan cara melakukan gugatan atas dasar perbuatan melanggar hukum pasal 1365 Kitab Undang-undang Hukum Perdata serta dapat melakukan permohonan tertulis untuk mendapatkan penetapan pengadilan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengurus yayasan.rnKata Kunci : Hibah Ketua Yayasan, Jual Beli
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ZAINAL ABIDIN |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Hibah Ketua Yayasan, Jual Beli |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 07:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25415 |
