TRUNOJOYO-KP-19724-170341100016-Nur Lailatul Jumaiyah-170341100016-laporan Pkl- Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Perairan Indonesia merupakan perairan yang mempunyai sekitar 2500 spesies ikan dan sebanyak 75% produksi ikan di Indonesia merupakan hasil penangkapan sedangkan hasil budidaya 25% ,(Agus,2002). Keanekaragaman spesies ikan kerapu di Indonesia berkembang seiring waktu (Kamal et al 2019).Salah satu komoditas yang sedang dikembangkan saat ini salah satunya ikan kerapu, karena permintaan pasar yang tinggi. Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo Jawa Timur salah satunya melakukan kegiatan hibridisasi .Salah satu ikan kerapu hasil hibridisasi adalah ikan kerapu cantang yang merupakan hasil persilangan antara ikan kerapu macan (Epinephellus fuscoguttatus) jantan dan ikan kerapu kertang (Epinephellus lanceolatus) betina.Menurut Rahmaningsih (2013) Ikan kerapu cantang (Epinephellus sp) mudah di budidayakan di tambak karena pertumbuhan jenis kerapu ini lebih cepat dibandingkan dengan kerapu lainnya. yaitu dalam masa pemeliharaan 7 bulan dapat mencapai berat 5 - 7 ons/ekor.
Ikan kerapu macan adalah ikan yang hidup di dasar dengan daerah penyebaran mulai dari daerah pantai (coastal area) dan perairan karang (coral reef). Ikan kerapu macan tergolong ikan euryhaline, yang toleran pada salinitas12-35 ppt, namun demikian untuk pemeliharaanya dibutuhkan salinitas 22- 32 ppt (Chao et al 1993).Menurut Kordi (2001), kerapu macan hidup di habitat berkarang sehingga popular juga dengan sebutan kerapu karang. Parameter kualitas air yang cocok untuk pertumbuhan ikan kerapu yaitu temperatur antara 24-31, salinitas antara 30-33 ppt, kandungan oksigen terlarut lebih besar dari 3,5 ppm dan pH antara 7,8-8,0.
Morfologi ikan kerapu cantang merupakan kombinasi antara ikan kerapu macan dengan ikan kerapu kertang. Ikan kerapu macan memiliki bentuk badan memanjang silindris tubuhnya lebih tinggi, kulit tubuhnya dipenuhi dengan bintik-bintik gelap yang rapat, sirip dadanya berwarna kemerahan. Garis rusuknya terdapat 110-114 buah sisik dan bentuk tubuh gepeng (compressed), tetapi kadang ada juga yang bulat (Kordi, 2010). Menurut Subyakto & Cahyaningsih (2005), badan ikan kerapu macan ditutupi oleh sisik kecil yang mengilap dan bercak loreng mirip bulu macan, sedangkan ikan kerapu kertang mempunyai tubuh memanjang dan agak pipih dengan warna hitam atau cokelat keabu-abuan (Kordi, 2010).
Laju pertumbuhan ikan kerapu macan dan ikan kerapu kartang sangat cepat karena tahan terhadap hama atau serangan penyakit. Ikan kerapu macan dan kerapu kartang memiliki toleransi terhadap perubahan lingkungan sehingga meningkatkan kualitas daging ikan ikan kerapu macan dan ikan kerapu kartang(Bartleyet et al 2001).Hasil penelitian Ismi et al (2013) menyatakan bahwa pemeliharaan selama 90 hari diperoleh hasil pertumbuhan panjang ikan kerapu macan cukup rendah dibandingkan ikan kerapu cantang (95%).Pertumbuhan bobot pada ikan kerapu macan lebih rendah (295%) dibandingkan ikan kerapu cantang (714%) sedangkan untuk sintasan ikan kerapu macan (81,3%) dan ikan kerapu cantang (84,9%).Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo Jawa Timur menerapkan sistem monitoring lingkungan budidaya serta monitoring induk yang digunakan ,sehingga menghasilkan benih ikan kerapu yang berkualitas baik . Penelitian tentang ikan kerapu cantang (Epinehellus sp) ini difokuskan pada laju pertumbuhan ikan kerapu cantang (Epinehellus sp) dan faktor kualitas air yang dapat mempengaruhi laju pertumbuhan ikan untuk keberhasilan budidaya ikan.
Berdasarkan uraian diatas bahwa potensi pengembangan budidaya ikan kerapu cantang sangat bagus karena permintaan pasar sangat tinggi dan nilai jualnya yang tinggi. Balai perikanan budidaya air payau (BPBAP) Situbondo telah berpengalaman melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mendukung pengembangan budidaya air payau. Balai perikanan budidaya air payau juga pertama kali menemukan ikan kerapu cantang yang dihasilkan dari persilangan antara ikan kerapu macan dan ikan kerapu kartang. Oleh sebab itu penulis ingin mendalami pengetahuan tentang pendederan ikan kerapu cantang mengenai laju pertumbuhan ikan kerapu cantang (Epinehellus sp) dan faktor kualitas air selama pemeliharaan sebagai acuan untuk kelestarian yang berkelanjutan akan sumberdaya ikan dengan cara melaksanakan magang di Balai Perikanan Budidaya Payau (BPBAP) Situbondo.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Nur Lailatul Jumaiyah |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | LAJU PERTUMBUHAN;IKAN KERAPU;CANTANG |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 06:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25372 |
