TRUNOJOYO-KP-19723-170341100019-Khomariany_170341100019.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Garam merupakan senyawa kimia dengan nama kimia Natrium Chlorida (NaCl). Garam sebagai salah satu kebutuhan manusia yang memiliki harga yang relatif murah, biasanya digunakan sebagai pelengkap makanan seperti garam beryodium. Garam sangat penting bagi tubuh manusia karena mampu menjadi sumber elektrolit bagi tubuh. Manfaat lain dari garam yaitu juga dapat digunakan dalam bidang industry sebagai bahan baku atau bahan penolong, seperti pada pembuatan caustic soda, sebagai bahan baku tambahan pada water treatment unit, pembuatan monosodium glutamate (MSG) dan pembuatan bahan kimia turunannya (Yansa etal.2015 ).
Salah satu cara memperoleh garam yang sering digunakan dan cocok untuk diterapkan di Indonesia yakni dengan menguapkan air laut dibawah sinar matahari. Kualitas garam yang dihasilkan ini harus melalui beberapa proses lagi untuk dijadikan sebagai garam konsumsi maupun garam industry (Tansil etal. 2016). Kualitas garam yang sangat baik yaitu memiliki kadar NaCl lebih dari 95%, kualitas garam yang baik memiliki kadar NaCl antara 90-95% , dan kualitas garam rendah memiliki kadar NaCl sebesar 80-90% (Yansa etal.2015 ).
Proses pembuatan garam rakyat dilakukan dengan cara pengambilan garam yang terkandung dalam air laut mengunakan metode evaporasi atau penguapan oleh sinar matahari. Tahapan proses ini dimulai dari masuknya air laut hingga pengendapan kotoran dan membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk dapat dipanen (Soemargono dan Laurentius, 2018). Pada proses ini, seluruh air tidak hilang, melainka masih terdapat sisa air yang biasa disebut dengan bittern. Bittern merupakan air sisa yang terdapat dimeja kristalisasi dan biasanya tidak digunakan lagi atau dibuang (Marihati, 2007).
Menurut Departemen Kelautan dan Perikanan (2006), Bittern dapat dimanfaatkan untuk kesehatan karena mengandung banyak senyawa magnesium. Probolinggo memiliki banyak kelompok usaha pembuatan garam. Salah satunya yaitu Kalibuntu Sejahtera 1 atau biasa disingka KS 1 (satu). Dewasa ini bittern umum digunakan untuk mempercepat proses penguapan dengan cara mencampurkannya kembali kedalam air laut sebagai bahan pembuatan garam. Metode tersebut juga diterapkan pada kelompok usaha pembuatan garam KS 1 (satu), Probolinggo. Berdasarkan hal tersebut, pada pelaksanaan Praktik Kerja Lapang ini dilakukan kegiatan untuk mempelajari cara produksi garam menggunakan air laut yang dicampur dengan bittern serta mengetahui karakteristik fisik hasil produksi garam.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM KHOMARIANY |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | KARAKTERISTIK FISIK;GARAM;BITTERN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 06:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25371 |
