TRUNOJOYO-KP-19722-170341100045-PKL_Fernanda Dwi Nurdiyansah_170341100045_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract
Clungup Mangrove Conservation Tiga Warna (CMC Tiga Warna)
merupakan ekowisata yang dikelola oleh masyarakat lokal yang tergabung dalam
Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru. Saat ini masyarakat yang terlibat mencapai
107 orang dan sebagian besar masyarakat ini sebelumnya bekerja sebagai nelayan
yang menangkap ikan dengan cara yang tidak ramah lingkungan, perambah hutan,
dan pencuri kayu. Prinsip pengelolaan pada komunitas ini berorientasi pada
Ekologi, Sosial, dan Ekonomi. Karakteristik dari destinasi ekowisata CMC Tiga
Warna ini adalah perpaduan antara hutan mangrove yang menyatu dengan
Landscape Underwater Conservation. Dengan karakteristik ini para wisatawan
yang berkunjung juga bisa mendapatkan edukasi tentang lingkungan dari pemandu
lokal dan berbagi pengalaman bukan hanya bersenang-senang atau sekedar
bermain(Purnomo et al. 2019).
Saat ini salah satu tempat pariwisata bahari yang sedang berkembang yaitu
di Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten
Malang. Desa tersebut memiliki satu komunitas yang kini sudah menjadi yayasan
yang bernama Yayasan Bhakti Alam Sendangbiru. Yayasan ini berdiri tahun 2014
dan berfokus pada konservasi di beberapa pantai seperti Pantai Clungup, Pantai
Gatra, Pantai Savana, Pantai Mini, Pantai Batu Pecah, dan Pantai Tiga Warna
dengan area mencakup 177,24 ha yang terdiri dari 71 ha mangrove, 10 ha terumbu
karang dan 96,24 hutan lindung. Konservasi merupakan salah satu cara dalam
membangun kepariwisataan tanpa merusak ekosistem yang ada. Hal ini juga harus
diiringi dengan kemampuan pengelolan yang baik karena peluang yang sangat
besar dalam menyejahterakan masyarakat lokal(Rahma dan Rifki 2018 ).
Pantai Tiga Warna merupakan salah satu wisata pantai yang dalam
naungan Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru yang terfokus konservasi pesisir dan
pantai. Hal ini menunjukkan terumbu karang termasuk bagian dari ekosistem yang
dilindungi. Pantai Tiga Warna merupakan lokasi yang dijadikan spot untuk
wisatawan dapat melakukan kegiatan snorkeling untuk melihat keragaman terumbu
karang dan ikan karang. Selain itu beberapa kegiatan pengembangan ekosistem terumbu karang juga dilakukan yaitu dengan membuat terumbu karang buatan yaitu
transplantasi terumbu karang yang terbuat dari beton maupun partisi dari plastik
khusus yang digunakan juga sebagai fish apartement. Praktek Kerja Lapang tentang
persentase tutupan karang perlu dilakukan karena untuk belajar tentang
pengetahuan dan meningkatkan pengalaman kemudian di praktekkan. Data hasil
penelitian kemudian dimanfaatkan sebagai acuan dalam evaluasi untuk tahun
berikutnya dalam memantau perkembangan terumbu karang (Husamah dan Atok,
2018).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FERNANDA DWI NURDIYANSAH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PERSENTASE TUTUPAN;TERUMBU KARANG;PERIAIRAN PANTAI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 06:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25369 |
